Search Results

373 results found

    Blog Posts (194)
    • 7 Manfaat Ghost Visit dalam Bisnis Kuliner

      "Lah kok hantu berkunjung, omset dan profit bisa naik sih, ini ilmu apaan?" Sering ga dapet report komplain soal service dan produk di outlet kita? Atau sering mendapatkan informasi klo brand kita di komplain di sosmed (IG, Tiktok, Twitter, Facebook, dll) gara-gara berbagai hal? Nah masalahnya kadang kita ga tau ini bener ato enggak, gimana caranya melakukan evaluasi sehingga akhirnya, komplain tinggallah komplain. Eh tapi temen-temen, hati-hati soal komplain kepuasan konsumen ini, sering kali konsumen itu tidak melakukan komplain langsung baik di outlet maupun di sosmed loh, mereka as simple as cuman ga pernah datang lagi ajah, tidak pernah memberikan rekomendasi ke orang lain, dan juga bisa memberikan pengaruh ke orang-orang sekitarnya untuk tidak datang ke brand kita, istilah SILENT KILLER, kita ga tau kenapa yah tiba-tiba secara perlahan konsumen mulai sepi, klo udah gitu PUSING KHAN karena kita tidak tau apa yang harus diperbaiki. "Adoh jadi gimana nih bagusnya, masak kita berbenah dengan cara nunggu komplain?" Wait tenang, ada kok solusinya untuk secara rutin kita mengontrol hal ini. Solusi untuk menilai bagaimana product service atau SOP di outlet kita apakah sesuai dengan harapan kita atau tidak, salah satunya dengan melakukan GHOST VISIT. Berbeda dengan SURVEY KONSUMEN di mana kita mengambil input dari sisi CUSTOMER EXPERIENCE, GHOST VISIT lebih banyak dilakukan untuk menilai dari sisi INTERNAL PERUSAAN atau OWNER dengan cara mengirimkan orang / tim untuk melakukan REVIEW, khususnya di operasional outlet tanpa diketahui oleh tim operasional, sehingga kondisi yang terjadi saat itu AS IF, yaitu kondisi real seperti yang konsumen biasa alami. Apa ajah yang bisa REVIEW ketika kita menggunakan Ghost Visit 1. CUSTOMER JOURNEY MAP REVIEW Kita bisa melakukan review terhadap CUSTOMER JOURNEY outlet kita (masalahnya temen-temen apakah punya Customer Journey Map?), apakah ketika melakukan GHOST VISIT Customer Journey Map yang kita inginkan sesuai dan terlaksa dengan baik. Contoh Customer Journey Map: SOP konsumen baru parkir mobil atau motor SOP lagi masuk ke outlet SOP lagi order SOP menunggu SOP konsumen mendapatkan order SOP konsumen membayar SOP konsumen meninggalkan outlet Nah apakah CUSTOMER JOURNEY MAP yang sudah kita buat diatas terjadi GAP sehingga kita jadi tau apa yang harus di improve untuk meningkatkan kepuasan konsumen. 2. SERVICE REVIEW Melalui GHOST VISIT kita juga bisa melakukan REVIEW secara langsung kualitas layanan yang kita miliki di outlet apakah sesuai dengan ekspetasi kita, apakah karyawan menjalankan SOP service dengan baik, apakah karyawan melayani dengan hati sehingga kita jadi tau apa yang harus terus di improve dan apa yg sudah baik itu terus dijalankan. Ketika GHOST VISIT temen-temen kadang-kadang bisa shock loh dengan hasilnya, misalnya ternyata karyawan-karyawan yang melayani "jutek" banget dan sangat tidak customer oriented, tapi sebaliknya dibeberapa kesempatan GHOST VISIT kita menemukan karyawan yang luar biasa servicenya, sangat ramah dan banyak konsumen yang teryata dia kenal dan hafal nama sehingga kita malah berkesempatan untuk memberikan REWARD terhadap karyawan seperti ini. 3. PRODUCT REVIEW Ghost Visit juga bisa digunakan untuk mereview yang terkait dengan produk yang kita jual Product Quality, apakah kualitas produk yang dijual sesuai dengan SOP dan standar yang kita inginkan sebagai owner. Product Presentation (plating), apakah penyajian dan tampilan produk sesuai dengan SOP dan standar. Dalam beberapa kasus Ghost Visit, sering sekali kita menemukan banyak ketidak sesuaian antara SOP dan yang terjadi di lapangan, paling sederhana ajah misalnya di atas nasi harusnya ditaburkan daun bawang, namun prakteknya hal yang keliatan "sepele" ini diabaikan oleh karyawan dapur, padahal kita sebagai bisnis owner dalam mensetting sebuah menu pasti ada TUJUAN nya mengapa harus ditabur daun bawang. Impactnya? Apa yang dilihat konsumen di foto tidak sesuai realita, dan lebih parah apa "RASA" yg harusnya dirasakan oleh konsumen akhirnya berbeda karena tidak ada daun bawangnya. SEPELE yah, tapi hati-hati soal RASA dan TAMPILAN karena kita berbisnis makanan dan minuman, coba saya tanya, klo order cappucino hot, apa salah satu harapan temen-temen? LATTE ART yang keren khan, biar bisa di foto dan gimana gitu rasanya minumnya, coba pas dateng LATTE ART nya kayak awan putih semua? 4. EMPLOYEE REVIEW Ghost Visit juga bisa ditujukan untuk menilai karyawan yang ada di dalam outlet, misalnya menilai kinerja Manager Operasional. Contoh orang yang melakukan GHOST VISIT pura-pura melakukan komplain secara sengaja ketika Manager Operasionalnya ada untuk melihat bagaimana yang bersangkutan menghandle komplain. Bisa juga Ghost Visit dilakukan untuk menilai kasir apakah mereka melakukan berbagai SOP yang sudah ditugaskan sebagai KPI pekerjaannya, misalnya menanyakan DATABASE KONSUMEN, melakukan UPSELLING dan CROSS SELLING. 5. STORE REVIEW Ghost Visit juga bisa digunakan untuk melakukan penilaian dan review dari kondisi outlet / store yang temen-temen miliki, apakah store berjalan dengan kondisi normal dan ideal sesuai harapan kita, misalnya: Apakah store dalam keadaan bersih Apakah setting area sudah memenuhi protokol kesehatan Apakah fasilitas cuci tangan tersedia dengan baik Apakah store harum Apakah store tidak banyak lalat, dll 6. SOP REVIEW Ghost Visit juga bisa digunakan untuk melakukan review dan penilaian terhadap pelaksaan SOP apakah berjalan sesuai dengan yang dibuat serta sekaligus memberikan penilaian KPI dari semua SOP yang di review. Contoh: Apakah Up Selling & Cross Selling berjalan Apakah collecting database berjalan Apakah konsumen disosialisasikan penggunakan QR Apakah konsumen diwajibkan menggunakan masker ketika masuk Apakah condiment item di meja (kecap, saos, dll) tersedia Dan banyak lagi SOP yang bisa di review dan dinilai melalui GHOST VISIT ini 7. CUSTOMER REVIEW Ghost visit juga sangat berguna untuk melakukan review "CUSTOMER REACTION" melalui pengamatan di lapangan secara langsung, selain melihat reaksi customer ketika mendapatkan layanan juga kita bisa gunakan untuk melihat misalnya apakah menu dihabiskan secara bersih atau bersisa, kemudian juga bisa mendengar percakapan konsumen yang bisa didengar dan lain sebagainya. Bagaimana tips melakukan Ghost Visit Buat check list apa yang mau di review Berikan tranining yang detail kepada "Ghost" nya Lakukan rutin jangan cuman sekali-sekali Bandingkan data-data kunjungan, apakah ada perbaikan dalam setiap topik Evaluasi tim internal secara langsung dari hasil Ghost Visit. Syarat orang yang menjadi GHOST REVIEW Sudah mengikuti training dan briefing Mengerti bisnis akan lebih baik Bisa bersandiwara tentunya seolah-olah konsumen beneran Tidak dikenali oleh karyawan outlet Nah temen-temen kuliner, 7 review semoga bisa bermanfaat bagi perusahaan temen-temen dalam meningkat produktivitas, kepuasan konsumen dan bahkan peningkatan profit. Sadis khan? Yuk coba mulai diimplementasikan Foodizz 1st F&B Education Platform in Indonesia. www.foodizz.id Buat temen-temen yang mau belajar lebih detail bagaimana MEMULAI BISNIS KULINER DARI NOL, nah coming soon Maret 2021 kelas MBK 16 Foodizz akan hadir dengan format OFFLINE (di Bandung) dan ONLINE (bisa di mana ajah). Siapa yang pernah ikut kelas ini? BANYAKK, sudah 16 MBK loh dan banyak owner bisnis kuliner yang sudah sukses pernah ikut di kelas-kelas Foodizz seperti HAUS, Waroeng Steak, TEGUK, TUGU JOGJA & LAPIS BOGOR, Master Penyet, Mr. Suprek, Mie Gacoan, Capital Bakery, dan ribuan lainnya. So, jangan terlewat di kelas MBK 16 kali ini, banyak ILMU UPGRADE, STUDI KASUS, serta MENTORING ONLINE 10x setelah selesai kelas dan dapet bocoran 5 bisnis yang bisa jadi bisnis miliaran yang bisa temen-temen jalankan. Daftar di link ini Jangan ketinggalan peluangnya. #keepsharing #keeplearning #spreadknoweledge #kulinerindonesia *Buat temen-temen yang mau copas artikel silahkan ajah ga perlu minta izin asal mencantumkan sumber artikelnya, yaitu www.foodizz.id/blog. Yuk hargai karya dan usaha orang lain dalam membuat konten" Sumber Gambar: Unsplash.com

    • “Biaya Gas, Minyak, Lalapan, Biaya Ojol Masuk Komponen COGS ga?”

      Seringkali kita kebingungan untuk mengalokasikan biaya yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi atau biaya yang dipakai produksi secara bersama-sama untuk menghasilkan berbagai jenis makanan yang kita akan jual. Seperti misalnya biaya gas, biaya minyak, ongkos kirim, biaya promo GoFood/GrabFood, biaya packaging, biaya sedotan, biaya produk, dan biaya promo. Pada artikel ini kita coba bahas satu persatu, bagaimana pengalokasian yang tepat untuk biaya-biaya tersebut dan apa saja komponen yang bisa dimasukkan ke kategori COGS/HPP (Harga Pokok Penjualan) supaya kita tidak salah membuat analisis biaya. Namun Foodizz memberikan catatan kalo pada prateknya di beberapa perusahaan bisa berbeda implementasinya dikarenakan kebijakan accounting, skala bisnis atau memang bagian dari strategi. 1. BIAYA PRODUK (FOOD COST) Yang termasuk ke dalam biaya produk adalah berbagai bahan yang dipergunakan untuk menghasilkan produk, jadi dalam hal ini biaya produk termasuk ke dalam komponen COGS/HPP. Untuk minyak bisa dimasukkan ke dalam kategori biaya produk, jika minyak ini digunakan untuk satu jenis produk masakan dan penggunaannya periodik dengan jumlah yang sudah ditentukan sebelumnya. Misalkan jika kita jualan ayam goreng dan setiap kali proses produksi akan memasak 20 ayam goreng, dalam satu hari kita akan memasak ayam goreng sampai 15 kali proses produksi, sehingga dalam sehari akan dihasilkan 300 potong ayam goreng. Jika dalam satu hari kita menggunakan minyak goreng 20 liter seharga Rp. 12.000/liter, akan membutuhkan biaya minyak total adalah Rp.240.000. Sehingga tinggal kita bagi saja biaya minyak per potong adalah Rp240.000/300 yang adalah Rp.800/potong 2. BIAYA PENDUKUNG PRODUK Merupakan biaya dari produksi sebuah produk yang disajikan kepada konsumen tetapi tidak dijual. Seperti misalnya sambal dan lalap. Dalam hal ini sambal dan lalap jika tidak dijual sebagai produk paket, tapi disajikan sebagai komplimen tambahan, maka akan dimasukkan ke dalam komponen COGS/HPP, tetapi tidak termasuk ke dalam biaya produk. 3. BIAYA GAS / MINYA TANAH / ARANG Biaya gas biasanya dipisahkan walaupun ada beberapa bisnis restoran dalam penerapan memasukkan gas ini ke dalam Biaya Pendukung Produk. Gas ini juga masuk ke dalam kategori HPP/COGS. 4. BIAYA CONSUMABLE (BARANG SEKALI PAKAI) Merupakan biaya yang melekat pada biaya pada produk untuk menghitung COGS/HPP, tetapi tidak dipergunakan dalam proses produksi secara langsung, karena biaya ini muncul sebagai bentuk fasilitas yang diberikan kepada konsumen saat mengkonsumsi produk yang kita jual. Yang termasuk ke dalam kategori ini adalah plastik, packaging/kemasan, sedotan, tisu, sendok dan garpu plastik, tusuk gigi, serta sumpit kayu sekali pakai. Biaya consumable ini dimasukkan ke dalam bagian dari HPP/COGS 5. BIAYA DISTRIBUSI Biaya pengantaran bahan baku ke restoran merupakan biaya yang juga dibebankan ke dalam HPP/COGS, karena dianggap biaya yang memiliki kontribusi untuk terjadinya suatu produk dalam bisnis restoran 6. BIAYA OJOL Biaya ini akan dibebankan mengurangi Laba Kotor, tetapi tidak termasuk ke dalam HPP/COGS, karena tidak berhungan dengan proses terjadinya sebuah produk. Pendapatan Rp. 50.000.000 HPP/COGS Rp. 20.000.000 Biaya Gofood/Grabfood Rp. 1.000.000 LABA KOTOR/GROSS PROFIT RP. 29.000.000 7. BIAYA PROMO Jika kita menerapkan strategi Promo Diskon, baik berupa potongan harga ataupun promo Buy 1 get 1. Biaya Promo diskon tidak bisa secara langsung dicatat mengurangi pendapatan pada Laporan Keuangan yang kita buat, jadi pencatatan pendapatan yang kita buat tetap ditulis di harga normal sebelum promo. Misalkan harga Produk Rp.20.000 dan kita buat promo Buy 1 get 1, dalam situasi ini pendapatan yang diakui adalah Rp. 40.000 karena dianggap telah terjadi penjualan sebanyak 2 unit produk. Subsidi Rp. 20.000 akan dibebankan kepada Biaya Marketing yang akan mengurangi Laba Bersih/Net Profit, bukan Laba Kotor/Gross Profit 8. SHRINKAGE Shrinkage adalah selisih antara penggunaan bahan baku secara riil dibandingkan dengan penggunaan bahan baku sesuai resep. Misalkan secara resep produk didapatkan pemakaian bahan dalam 1 bulan adalah 30 juta, ternyata setelah dilakukan stock opname didapatkan pemakaian bahan baku adalah 35 juta. maka selisih senilai 5 juta itu dimasukkan ke dalam kategori shrinkage, dimana kita bisa jadikan selisih itu menjadi awal investigasi terjadinya kelebihan pemakaian bahan baku Contoh: 1. SALES 2. COGS - Product Cost (biaya bahan baku sesuai dengan resep) - Shrinkage = (selisih bahan baku yang terpakai aktual - bahan baku sesuai resep) - Gas (bisa di COGS, bisa juga diletakan di operasional) - Consumable (sendok, garpu, plastik, kantong) - Distribution (jika ada biaya distribusi, biasa klo cabang ada beberapa) 3. Fee bagi hasil ojol (pengurang Gross Profit) 4. Sales – (COGS + fee bagi hasil ojol) = Gross Profit / Pendapatan Kotor Nah ini 8 hal yang teman-teman pebisnis kuliner perlu ketahui saat mengkategorikan berbagai biaya yang seringkali muncul saat kita menjalankan bisnis kita. Pusing yah, enggak kok coba dijalankan pelan-pelan buat temen-temen yang baru memulai, sambil jalan kita akan mulai memahami semua komponen di atas agar bisnis kuliner kita bisa berjalan lebih baik lagi ke depannya. Foodizz 1st F&B Education Platform in Indonesia. www.foodizz.id Buat temen-temen yang mau belajar lebih detail bagaimana MEMULAI BISNIS KULINER DARI NOL, nah coming soon Maret 2021 kelas MBK 16 Foodizz akan hadir dengan format OFFLINE (di Bandung) dan ONLINE (bisa di mana ajah). Siapa yang pernah ikut kelas ini? BANYAKK, sudah 16 MBK loh dan banyak owner bisnis kuliner yang sudah sukses pernah ikut di kelas-kelas Foodizz seperti HAUS, Waroeng Steak, TEGUK, TUGU JOGJA & LAPIS BOGOR, Master Penyet, Mr. Suprek, Mie Gacoan, Capital Bakery, dan ribuan lainnya. So, jangan terlewat di kelas MBK 16 kali ini, banyak ILMU UPGRADE, STUDI KASUS, serta 10x GROUP MENTORING ONLINE setelah selesai kelas dan dapet bocoran 5 bisnis yang bisa jadi bisnis miliaran yang bisa temen-temen jalankan. Daftar di link ini Jangan ketinggalan peluangnya. #keepsharing #keeplearning #spreadknoweledge #kulinerindonesia *Buat temen-temen yang mau copas artikel silahkan ajah ga perlu minta izin asal mencantumkan sumber artikelnya, yaitu www.foodizz.id/blog. Yuk hargai karya dan usaha orang lain dalam membuat konten" Sumber Gambar: Unsplash.com

    • 12 Tips Meeting Bisnis Produktif & Action-Oriented

      Dalam membangun dan menjalankan sebuah bisnis kuliner setidaknya ada 3 pilar utama yang harus diperhatikan para foodpreneurs, ketiga hal itu adalah sebagai berikut: 1. Purpose : ini adalah tentang tujuan kita membangun bisnis kuliner yang akan menjadi pondasi sebuah bisnis dalam jangka panjang. Hal ini termasuk bagaimana kita bisa memiliki niat, motivasi, dan inspirasi yang jelas dan kuat ketika menjalankan sebuah bisnis (intention, motivation and inspiration). 2. People : ini adalah tentang bagaimana kita mengelola sumber daya manusia, tim, dan bekerjasama dengan baik sebagai sebuah organisasi yang solid. Hal ini termasuk bagaimana kita membangun pola pikir yang mendukung, budaya dalam bisnis serta kepemimpinan yang kuat (mindset, culture and leadership). 3. Process : ini adalah tentang pemahaman atas semua aspek teknis dalam bisnis yang mencakup berbagai proses seperti marketing, supply chain, legal, finance, operational, dan lain-lain (end-to-end business process). Artikel kali ini akan membahas tentang aspek people, yang secara khusus akan mengupas bagaimana kita membangun sebuah budaya meeting yang produktif dimana semua partisipan memiliki kejelasan tentang tujuan meeting, diskusi yang terarah dan efektif, dan yang paling penting tindakan / action yang harus dilakukan / di follow-up setelah meeting. Banyak sekali meeting yang dilakukan dalam menjalankan sebuah bisnis, baik sekedar sharing informasi sampai kepada pengambilan keputusan sehari-hari ataupun pengambilan keputusan yang strategis. Menjalankan meeting tentu saja akan memerlukan dan menghabiskan waktu, tenaga dan pikiran. Oleh karena itu sangat penting kita sebagai pelaku bisnis kuliner memahami bagaimana menjalankan sebuah meeting yang efektif dan berujung kepada action yang jelas (action-oriented). SEBELUM MEETING Cek apakah meeting benar-benar dibutuhkan, banyak meeting yang diadakan malah menyebabkan ketidakjelasan atau lebih banyak masalah, belum lagi waktu yang terbuang untuk mendiskusikan sesuatu yang tidak jelas arah dan tujuannya. Cek apakah diskusi tersebut membutuhkan sebuah meeting khusus atau bisa diselesaikan dengan diskusi biasa sehari-hari. Karena tidak semua masalah harus diselesaikan melalui sebuah meeting. Tentukan tujuan sebuah meeeting dengan jelas, termasuk mengkomunikasikannya dengan transparan dalam undangan meeting. Apa hal yang akan didiskusikan, analisa yang perlu dilakukan dan juga keputusan yang harus diambil. Untuk topik pembahasan yang penting dan strategis, komunikasikan poin-poin diskusi utamanya dengan key stakeholders sebelum meeting. Siapkan data-data dan informasi yang penting dan sirkulasikan sebelum meeting, sehingga diskusi dan pengambilan keputusan akan lebih terarah dan berdasarkan data. Pastikan ketersediaan ruang meeting dan fasilitas pendukung, seperti papan tulis, flip chart atau proyektor, termasuk ketersediaan link untuk meeting virtual. Jadwalkan meeting dengan jelas (dan sebisa mungkin jangan mendadak, kecuali untuk agenda yang sangat penting) termasuk waktu, tempat, dan agenda meeting. KETIKA MEETING Cara menjalankan meeting akan memberikan efek yang signifikan terhadap semangat dan suasana diskusi yang kondusif, sehingga diharapkan hasil dari meeting tersebut akan maksimal. 1. Mulai tepat waktu (on-time) dan sebisa mungkin juga selesai on-time. Ini adalah hal kecil tapi penting untuk membangun budaya bisnis yang efektif. 2. Buka meeting dengan ringkasan (summary) yang jelas tentang apa yang akan didiskusikan dan hasil yang ingin dicapai setelah meeting selesai 3. Pastikan ada yang mencatat poin diskusi dan membuat minutes of meeting. Poin-poin dari minutes tersebut minimal terdiri dari agenda yang didiskusikan, keputusan / action yang diambil dan siapa yang bertanggung jawab untuk melaksanakannya (PIC), termasuk tanggal action tersebut harus selesai / dilaporkan kembali. 4. Berikan kesempatan kepada semua orang untuk berpendapat dan buat suasana yang terbuka. Tapi harus dipastikan poin diskusi tetap terarah dan relevan dengan tetap memperhatikan durasi meeting. 5. Jangan biarkan diskusi tidak jelas, kesana kemari karena ada yang mendominasi meeting dengan konten atau pendapat yang tidak relevan dengan meeting. 6. Berpikiran terbuka (open-minded), menghormati, dan belajar menganalisa pendapat orang lain. Boleh jadi ada pendapat atau analisa baru yang bisa membuat keputusan yang lebih baik. 7. Putuskan dengan langsung dan jelas sebuah masalah ketika diskusi sudah mencapai kesepakatan (consensus). Jangan bertele-tele sehingga menghabiskan waktu meeting. 8. Akhiri setiap meeting dengan ringkasan (summary) apa yang sudah didiskusikan, keputusan yang sudah dibuat dan tindakan (action) yang harus diambil termasuk oleh siapa dan kapan. SETELAH MEETING 9. Langsung follow-up setiap meeting dengan sirkulasi minutes of meeting. Sehingga setiap orang yang terlibat memiliki referensi yang sama dan membangun rasa tanggung jawab yang lebih kuat untuk melaksanakan hasil meeting. 10. Jika diperlukan, lakukan diskusi terpisah jika ada partisipan meeting yang tidak memberikan pendapat atau tidak setuju sepenuhnya terhadap hasil meeting. Namun penting untuk menjaga komitmen atas hasil meeting, 70% agreement but 100% commitment bisa saja terjadi dalam sebuah meeting, yang penting semua orang yang terlibat menghormati dan memiliki komitmen ketika keputusan sudah diambil bersama. 11. Ambil tindakan dengan cepat, monitor setiap action dari meeting dan update perkembangannya secara reguler dan bahas dalam meeting selanjutnya untuk memastikan semua action sudah selesai. 12. Follow-up secara terpisah jika ada kendala atau masalah yang tidak diantisipasi sebelumnya untuk melaksanakan hasil meeting. Berikan support yang dibutuhkan dan memadai agar anggota tim bisa menjalankan komitmen action-nya. Demikianlah 12 langkah yang bisa dilakukan dalam mengelola meeting di dalam bisnis sehingga setiap meeting akan berjalan efektif, action-oriented serta membawa perubahan dan kebaikan dalam membangun budaya yang sehat dalam organisasi. Semoga bermanfaat untuk para foodpreneurs! Foodizz 1st F&B Education Platform in Indonesia. www.foodizz.id Buat temen-temen yang mau belajar lebih detail bagaimana MEMULAI BISNIS KULINER DARI NOL, nah coming soon Maret 2021 kelas MBK 16 Foodizz akan hadir dengan format OFFLINE (di Bandung) dan ONLINE (bisa di mana ajah). Siapa yang pernah ikut kelas ini? BANYAKK, sudah 16 MBK loh dan banyak owner bisnis kuliner yang sudah sukses pernah ikut di kelas-kelas Foodizz seperti HAUS, Waroeng Steak, TEGUK, TUGU JOGJA & LAPIS BOGOR, Master Penyet, Mr. Suprek, Mie Gacoan, Capital Bakery, dan ribuan lainnya. So, jangan terlewat di kelas MBK 16 kali ini, banyak ILMU UPGRADE, STUDI KASUS, serta MENTORING ONLINE 10x setelah selesai kelas dan dapet bocoran 5 bisnis yang bisa jadi bisnis miliaran yang bisa temen-temen jalankan. Daftar di link ini Jangan ketinggalan peluangnya. #keepsharing #keeplearning #spreadknoweledge #kulinerindonesia *Buat temen-temen yang mau copas artikel silahkan ajah ga perlu minta izin asal mencantumkan sumber artikelnya, yaitu www.foodizz.id/blog. Yuk hargai karya dan usaha orang lain dalam membuat konten" Sumber gambar: unsplash.com

    View All
    Pages (142)
    • Download Excel Product Cost | Foodizz.id

      Silakan download Rumus Product Cost. Dipersembahkan oleh Foodizz dengan klik icon Excel di bawah ini,

    • Download E-Book | Foodizz.id

      Silakan download ebook Free, dipersembahkan oleh Foodizz & GoFood dengan klik icon PDF di bawah ini,

    • Home | Foodizz.id

      F&B BUSINESS EDUCATION PLATFORM Akses 400+ Free Premium Content dengan subscribe YouTube Channel Foodizz Sekarang! ACCESS NOW Semua yang perlu Anda pelajari tentang... IDEA X MARKETING Bagaimana menciptakan Ide Bisnis Kuliner yang bisa meledak di pasaran Bagaimana mengembangkan dan mengeksekusi ide agar sesuai dengan pasar Bagaimana membangun tim yang solid dalam Marketing Access Now Semua yang perlu Anda pelajari tentang... OPERASIONAL Bagaimana menset sistem Operasional untuk bisnis kuliner Bagaimana menciptakan sistem back to back control dalam Operasional bisnis kuliner Menyusun Menu Engineering yang bisa menciptakan pertumbuhan sales yang berkelanjutan Access Now Semua yang perlu Anda pelajari tentang... LEGAL Apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum memulai bisnis kuliner Badan usaha yang cocok untuk bisnis kuliner yang baru mulai Apa saja pengetahuan wajib dari sisi legal yang harus diketahui seorang pebisnis kuliner Access Now menuju 1 juta pengusaha kuliner dan penciptaan 5 juta lapangan kerja dalam ekosistem bisnis kuliner BERI DUKUNGAN UNTUK FOODIZZ HIGHLIGHT CLASS 2 Months Program SUPPLY CHAIN MANAGEMENT MASTERY BISNIS KULINER RESTORAN Foodizz menghadirkan Expert yang telah berpengalaman untuk mengajarkan kepada Anda Supply Chain Management (SCM) ​ Pengajaran disertai simulasi pengisian excel, agar setelah pelatihan ini Anda bisa mengerjakannya sendiri untuk bisnis Anda sendiri ​ Anda akan mendapatkan wawasan yang masih jarang disampaikan dalam workshop atau seminar bisnis kuliner ​ Selama 2 bulan Anda akan mendapatkan pembelajaran menyeluruh seputar Supply Chain Management secara detail, dengan jadwal yang sudah ditentukan Lengkapi ilmu dari Program ini. Klik di sini. PROMO PRE ORDER 3 Bulan Non Stop Kelas Intensif Menjadi Pebisnis Kuliner DAFTAR SEKARANG UNTUK BATCH BERIKUTNYA PROGRAM BULAN INI - Klik di Sini Klik di Sini untuk melihat Katalog Lengkap In Collaboration With Click Here to Support F&B Indonesia Entrepreneurs NEW ARTICLES a day ago 8 Langkah Inventory Management dalam Bisnis Kuliner. "Bisnis lebih efisien artinya cuan makin nambah" .... Foodizz Seperti sudah sering dibahas dalam artikel sebelumnya, persediaan (inventor... a day ago Rumus Membuat Hitungan Resep Produk (Product Cost), File Excell siap pakai. FREE Rumus Membuat Hitungan Resep Produk (Product Cost), File Excell siap pakai. FREE Download di sini Sumber Gambar: Unsplash.com a day ago 9 Taktik Mengurangi Biaya Operasional & Meningkatkan Profit Outlet "Mas klo mau naikin profit, apa harus selalu meningkatkan sales serta menurunkan Prodcut Cost?" Sebenernya ini pertanyaan yang sering ban... 3 days ago Bagi Untung dengan Investor, Gimana Itungannya? Pertanyaan: Foodiz mau nanya, klo investor kita hanya menyetorkan modal 20% dari total modal katakanlah total modal 100 juta, pembagian k... 5 days ago Iklan Berbayar, Menghasilkan Sales ato Bikin Boncos? Dalam bisnis kuliner banyak sekali tipe iklan yang bisa kita gunakan untuk berbagai objectives yang ingin kita capai seperti: Sales, ikla... Feb 22 11 Langkah Praktis Memulai Social Media Dalam Bisnis Kuliner Social media saat ini memegang peranan sangat penting di dalam bisnis kuliner, baik itu yang baru akan memulai bisnis kuliner maupun yang... lihat semua artikel terbaru

    View All