Search Results

353 results found

    Blog Posts (178)
    • Lampu Kuning Pebisnis Ghost Kitchen.

      Setidaknya sudah ada 2 Virtual Kitchen / Ghost Kitchen / Cloud Kitchen atau apapun istilahnya yang muncul di Bandung dalam beberapa waktu kebelakang. Klo di Jakarta mungkin sudah lebih dulu. Yummy Kitchen & Hangry!, jika temen-temen aware / sadar khususnya di Bandung, iklan (ads) nya saat ini cukup masif muncul di berbagai platform seperti instagram, brand-brand ini merupakan Virtual Kitchen yang cukup kencang melakukan ekspansi untuk terus menambah Virtual Kitchennya. Silahkan cek di sini: @hangryindonesia dan ini @id.yummykitchen btw ini blom ditambah Cloud kitchen milik delivery online (Grab & Gojek) juga yah. Apa artinya ini? LAMPU KUNING bagi individual / UMKM kecil yang bermain di Ghost Kitchen dan hanya mengandalkan delivery online, dan bahkan yang bermain di outlet namun juga mengandalkan penjualan delivery online sebagai salah satu revenue penting, MENGAPA? karena PESAING anda makin banyak dan juga bukan individual mereka KORPORASI. 1. Brand-brand ini juga bermain di platform aplikasi online seperti Gofood dan Grabfood, artinya persaingan di aplikasi ini akan makin ketat. Arahnya kemana? Yah tentu makin ketat biasanya makin berat biaya yang harus dikeluarkan (biaya promo, biaya iklan, dll) 2. Brand-brand ini organisasi besar yang di topang dana lumayan tentunya, sehingga punya kemampuan untuk membangun brand serta menggelontorkan budget untuk akuisisi konsumen. 3. Brand-brand ini juga mengembangkan Omnichannel (multi sales channel) seperti order via WA (coba ajah sendiri check link IG nya) sehingga tidak hanya mengandalkan aplikasi online. Apa artinya? Mereka juga menggarap pasar yang lebih luas dari sekedar bermain di delivery online melalui Grabfood & Gofood. Misalnya, bermain Big Order (catering), event, dll. Coba cek Link BIO nya Hangry!, di sana anda menemukan tulisan Bulk Order dan Subscrition. 4. Brand-brand ini agresif mengembangkan kemitraan brand dan outlet di berbagai lokasi sehingga titik distribusi / Virtual Kitchen bisa cukup banyak. 5. Brand-brand seperti ini biasanya kuat dalam hal data market, apalagi mereka punya akses yang cukup banyak, sehingga inovasi yang mereka lakukan tentu akan cukup up to date misalnya terkait dengan inovasi produk. Ah nakut-nakuti ajah ini Foodizz, loh bukan nakut-nakutin, justru harusnya informasi ini membuat kita khususnya yang ada di Bandung dan kota-kota yang sudah hadir brand-brand seperti ini, untuk lebih punya persiapan untuk bisa menghadapi kompetisi yang mungkin akan muncul, dan memberi impact ke bisnis kita, yah syukur-syukur ga ada impact, berarti abaikan ajah tulisan ini. Klo di kotanya blom ada, yah dari sekarang diperkuat GARDA pertahanannya, ciptakan berbagai inovasi yang membuat bisnis kita ke depan bisa sustain dan bertahan jika nanti pada akhirnya brand-brand ini masuk ke kota kita. Eh iya, terus apa nih yang bisa dilakukan? agar tentu kita bisa bersaing dan juga bisa menjaga bisnis kita tetap stabil syukur-syukur bahkan bisa terus tumbuh sales dan profitnya? 1. DATABASE Miliki database konsumen kamu. Pake apa? Apa ajah, intinya data konsumen bisa dimiliki, mau itu manual nanya ke pa ojek siapa yang order, bisa juga database konsumen yang datang di input ke dalam POS, bisa juga pake WA bisnis databasenya disimpan dan dikelola, bisa juga database email order via online bahkan sampe yang paling canggih pake aplikasi. INTINYA OWNED YOUR DATABASE and MANAGE IT. 2. ENGAGE dengan DATABASE Klo sudah punya database, KELOLA data tersebut, coba di WA tanyakan masukan, bisa juga kasih PROMO or lakukan SURVEY bahkan kita bisa sampai mengukur terjadinya REPETISI pembelian dari DATABASE tersebut. 3. MULTI SALES CHANNEL Jangan tergantung dengan 1 Sales Channel, misalnya temen-temen pemain Ghost Kitchen, eh udah ajah tergantung hanya dengan delivery online seperti GoFood dan GrabFood, BIG NO NO, carilah SALES CHANNEL lain juga seperti order via WA, order via Website, pake RESELLER agar kita lebih bisa sustain. Klo sudah kuat di delivery online, it is GOOD THINGS, my point is cari CHANNEL lain juga. Pernah ditulis lengkap di sini: 8 Alternatif Channel Jualan Dalam Bisnis Kuliner 4. INOVASI yg KONSITEN Berinovasilah secara berkala dari sisi PRODUK agar konsumen-konsumen kita menjadi LOYAL untuk terus melakukan REPETISI, serta juga menarik KONSUMEN BARU membeli produk kita, jangan hanya tergantung menu itu-itu ajah, kecuali memang customer base kita gede banget dan sudah sangat loyal dalam jangka waktu lama. 5. KOLABORASI SERANG BALIK Nah ini juga bisa dilakukan loh temen-temen, lakukan KOLABORASI antar BRAND LOKAL, punya CROSS PROMOSI, CROSS SELLING PRODUCT, CROSS BRANDING plus minta dukungan juga misalnya kolaborasi ini dengan BUZZER-BUZZER / KOL lokal sehingga brand-brand lokal bisa mendapatkan EXPOSURE secara intens dan berkala. EXPOSURE ini tentu diharapkan mendorong TRAFFIC pembelian ONLINE ke brand-brand yang melakukan KOLABORASI. BUDGET boleh sedikit ato ga ada, tapi dengan KOLABORASI, kita bisa bikin impact bareng yang besar. 6. BRAND BRAND dan BRAND Terakhir, yang selalu Foodizz pesankan, bangun lah BRAND, perkuat BRAND kita sehingga kita bisa melakukan SHORT CUT DECISION BUYING konsumen. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membangun BRAND biarpun bisnis kita masih kecil, contohnya di point 6 lakukan kolaborasi. Selain itu juga membangun BRAND bisa dilakukan dengan cara membangun ENGAGE dengan KOMUNITAS LOKAL, bisa juga dengan MEMPERKUAT PRODUCT yg KHAS atau juga dengan MEMBANGUN PERSONAL BRAND dan STORY dari brand kita. Nah semoga sedikit tulisan di atas memberikan kita AWARENESS / Kesadaran untuk selalu SIAP dengan PERSAINGAN dan selalu siap dengan INOVASI agar brand dan bisnis kita bisa terus bertahan dan berkembang. Baca artikel menarik lainnya: Bisnis Ghost Kitchen, Emang Sustain? 10 Cara agar Ghost Kitchen dapat Banyak Order Let's get SCALE Foodizz Team #keepsharing #keeplearning #spreadknoweledge #kulinerindonesia *Buat temen-temen yang mau copas artikel silahkan ajah ga perlu minta izin asal mencantumkan sumber artikelnya, yaitu www.foodizz.id/blog. Yuk hargai karya dan usaha orang lain dalam membuat konten" #KontenPromo Program Marketing, Selling dan Profit di 2021 yang PRAKTIS dan SIAP pakai? Ga perlu pusing, cukup belajar dari kelas Ecourse ini, detail dan siap IMPLEMENTASI. Daftar disini Sumber Gambar: Unsplash.com

    • “Future Proofing” Bisnis Kuliner, Ini dia 10 Catatan Pentingnya (Part 2)

      Ok kita lanjutkan keseruan bahasan soal Future Proofing ini yah point 6 - 10. Buat yang terlewat point 1-5 temen-temen bisa baca di “Future Proofing” Bisnis Kuliner, Ini dia 10 Catatan Pentingnya (Part 1) Ok let's go 6. Bangun budaya feedback dari semua level dalam bisnis “Feedback is food for champions” kalimat ini mungkin sudah menjelaskan dengan sendirinya betapa pentingnya feedback. Bangun budaya yang terbuka dalam bisnis, sehingga semua level dalam organisasi merasa nyaman untuk memberikan feedback demi kemajuan usaha bersama. Karyawan kita yang berinteraksi dengan konsumen, yang berhubungan dengan supplier, yang melakukan proses operasional sehari-hari adalah sumber penting untuk mendapatkan feedback. Mereka bisa memberikan masukan yang penting, baik kecil ataupun besar yang akan memperbaiki proses bisnis kita bahkan mendapatkan insight yang berharga karena mereka adalah orang-orang yang setiap hari berinteraksi langsung di lapangan. Berikan juga reward dan acknowledgement kepada karyawan kita yang memberikan masukan penting dan memiliki kinerja baik sehingga semua orang memiliki motivasi untuk selalu memberikan yang terbaik untuk kemajuan usaha bersama. 7. Perbaiki terus pengalaman konsumen (consumer experience) Bisnis kuliner kita akan bertahan kalau kepuasan konsumen terus terjaga. Selain produk kuliner yang baik dan sesuai dengan selera konsumen, consumer experience adalah salah satu faktor yang penting untuk menjaga loyalitas konsumen. Permudah pengalaman konsumen untuk mendapatkan produk kita, misalnya pemesanan online dengan foto produk yang menarik, deskripsi yang jelas dan sederhana. Permudah juga konsumen untuk menghubungi kita secara langsung, baik melalui hotline, WA business ataupun channel lainnya dengan penanganan yang baik & profesional, dan yang sudah tentu permudah dan perbaiki secara terus menerus pengalaman konsumen dine in mulai dari datang ke outlet, proses pemesanan, datangnya makanan, proses pembayaran, sampai kepada proses pemberian feedback dari konsumen kepada kita. 8. Perkuat bisnis proses dan implementasi teknologi Kalau bisnis kuliner kita semakin besar, sudah tidak mungkin lagi bisa melakukan “one man show” dimana owner harus melakukan semuanya sendiri. Membangun dan memperkuat bisnis proses adalah salah satu cara agar bisnis kita efisien, konsisten, dan selalu dalam kontrol yang baik. Perkuat proses bisnis disemua bidang seperti operasional, marketing, finance dan supply chain. Pastikan bisnis proses yang sudah ditentukan dapat diimplementasikan dengan konsisten. Dan yang juga penting adalah gunakan bantuan teknologi / sistem IT yang relevan sehingga mengurangi proses manual, mempercepat proses pelaporan, analisa data, dan juga menghilangkan berbagai proses yang tidak efisien dalam bisnis. 9. Kolaborasi vs Kompetisi Bisnis tidak selamanya tentang berkompetisi, malahan akan lebih banyak lagi kesempatan yang datang kalau kita bisa melihat peluang berkolaborasi. Kesempatan dalam bisnis kuliner sangat besar sehingga peluang berkolaborasi dengan sesama pelaku bisnis kuliner akan mengoptimalkan kesempatan tersebut. Cari peluang dari pelaku bisnis kuliner lainnya yang bisa saling melengkapi portfolio kita, mengisi segmen tertentu dimana memang bukan kompetensi utama kita di area tersebut dan juga berikan kesempatan kepada pelaku bisnis pemula atau yang masih dalam skala kecil untuk bertumbuh dengan bisnis kuliner kita. 10. Bangun Sumber Daya Manusia Last but not least, bisnis kuliner kita akan mampu menyesuaikan dan menghadapi segala tantangan kalau dijalankan oleh sumber daya manusia yang juga mampu menyesuaikan dan memperbaiki diri secara terus menerus. Dedikasikan waktu dan dana untuk membangun kapabilitas sumber daya manusia dalam bisnis kita, berikan training baik internal ataupun eksternal. Bangun performance culture dalam bisnis kita sehingga orang-orang yang bekerja selalu memiliki motivasi menjadi lebih baik. Jangan takut kehilangan karyawan yang bagus kalau mereka sudah lebih pintar dan berkembang, karena konsekuensi memiliki karyawan yang tidak memiliki kapabilitas akan memiliki akibat yang jauh lebih negatif. Dan pada akhirnya lebih baik menganggap itu sebagai amal kita untuk bisa memberikan ilmu yang bermanfaat bagi orang lain. Demikianlah 10 hal yang bisa dilakukan untuk future-proofing bisnis kuliner kita. Kata kuncinya adalah tentang inovasi dan antisipasi bukan hanya menghadapi konsekuensi dan juga tentang usaha-usaha yang proaktif bukan sekedar reaktif. Semoga bermanfaat untuk para foodpreneurs, All The Best! (a/s) Semoga Bermanfaat. Let's get SCALE Foodizz Team #keepsharing #keeplearning #spreadknoweledge #kulinerindonesia *Buat temen-temen yang mau copas artikel silahkan ajah ga perlu minta izin asal mencantumkan sumber artikelnya, yaitu www.foodizz.id/blog. Yuk hargai karya dan usaha orang lain dalam membuat konten" #kotenpromo Supply Chain Management Mastery Dalam Bisnis Kuliner Mengelola belanja, inventory dan logistic, bagaimana strateginya? Apa blind spot nya? Bagaimana KPI nya? "Siap-siap, ILMU ini akan membuat Anda HEMAT jutaan, puluhan juta, ratusan juta, atau bahkan miliaran tergantung skala bisnis Anda. Bukan TEORI, workshop ini dibuat berdasarkan PRATEK DAN PENGALAMAN langsung yang dilengkapi dengan ILMU yang detail" JANGAN SAMPAI ANDA SALAH LANGKAH DAN RUGI HINGGA MILIARAN RUPIAH! Daftar Sekarang disini Sumber Gambar: Unsplash.com

    • 12 Sebab yang membuat kita TAKUT menjadi pengusaha

      "Wah bro klo gua sih rasanya ga ada nyali lah buat keluar dari kerjaan sekarang kemudian memulai usaha kuliner kayak elo, ngeri ey, resikonya blom terprediksi, sementara gua nanti ga punya pegangan apa-apa, selain itu skrg juga udah lebih dari cukup sih gua" Sedikit obrolan minggu lalu dengan seorang temen yang mampir ke office. TAKUT, tidak yakin, terlalu berisiko atau apapun namanya lah ketika kita mau memulai usaha sesuatu yang menurut saya normal dan manusiawi sekali sih, apalagi klo saat ini kondisi kita sudah "nyaman" dan "mapan", untuk apa ambil resiko mengorbankan semua yang sudah kita miliki? Apalagi jika kita saat ini jadi tumpuan keluarga. Sering saya menasehatkan klo yang model seperti ini, "udah deh fokus ajah kerja, klo ada duit ikut investasi ajah, ga usah keluar dari kerjaan dan nekat, it is different world as you know it". Sejujurnya saya juga lebih cenderung realistis dalam kondisi seperti ini. Nah cerita lain klo saat ini kita merasa kondisi kita juga tidak ok ok amat, kerja juga tidak mencukupi atau apalagi misalnya memang punya pilihan untuk bisa jadi pengusaha, lah kemudian apa yang ditakutkan? Nothing to lose kok. Model orang begini juga sering saya temui yang sudah berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun wacana terus, ga banyak berubah kondisi, tapi klo ditanya kenapa ga usaha ajah jawabannya selalu sama, belom siap, ragu, dan TAKUT. Kenapa kita takut menjadi pengusaha? 1. TIDAK PUNYA ILMU Tidak punya ilmu sehingga tidak tau apa yang harus dilakukan, mulai dari mana, dan harus bagaimana. Solusinya? belajar, jangan malas, habiskan waktu untuk bisa produktif belajar sehingga akhirnya keberanian kita muncul karena ILMU yang kita miliki. 2. TIDAK ADA MENTOR Tidak ada yang membimbing juga merupakan salah satu sebab kita sering kali tidak punya nyali dan keberanian untuk memulai bisnis. Solusinya yah carilah mentor, carilah pengusaha yang mau membimbing kita kalo perlu kita kerja dan magang dulu dengan beliau, dari sini nanti secara bertahap kita bisa meminta untuk dibimbing memiliki bisnis sendiri. 3. Tidak PUNYA PENGALAMAN Belom punya pengalaman dalam menjalankan bisnis salah satu yang sering membuat kita takut karena enggak kebayang apa yang akan kita hadapi ke depannya. Solusinya coba perbanyak nonton, membaca, ikut diskusi dengan pengusaha-pengusaha yang sudah jalan bisnisnya, dengarkan pengalaman-pengalaman mereka tentang bagaimana mereka memulai bisnis, bagaimana sulitnya menjalankan bisnis, bagaimana mereka menghadapi semua tantangan yang ada sehingga dari sinilah kita bisa belajar tentangan pengalaman yang setidaknya bisa jadi bekal kita memulai binsis. 4. TAKUT GAGAL DAN RISKONYA Takut gagal merupakan alasan paling klasik yang membuat orang sering kali takut untuk menjadi pengusaha, padahal jika dipikir-pikir ga usah jadi pengusaha, jadi karyawan juga bukan tidak ada kemungkinan gagal loh or jalan ditempat, jadi ini sebetulnya soal mindset yang harus diperbaiki dan dibentuk, sehingga pada akhirnya kita paham dan kita yakin, soal gagal atau berhasil itu sebuah proses yang memang akan kita alami apapun jalan hidup yang kita pilih. 5. TARUHANNYA BESAR Ada pertaruhan besar yang berat untuk dihadapi, misalnya sudah jadi tumpuan hidup keluarga. Yes ini juga hal yang paling sering saya temui mengapa orang takut untuk memulai jadi pengusaha. WAJAR sih ga ada yang salah, klo saya di posisi anda mungkin berpikir yang sama kok, cuman dulu kadung udah nekat ajah sejak kuliah jadi yah WHATEVER HAPPEN yah gua pengusaha. Bagaimana SOLUSInya? Pertama, harus dibicarakan dengan keluarga, cari ridho keluarga, kedua mulailah mempersiapkan BEKAL (tabungan misalnya untuk 2-3 tahun), Ketiga. Hustle, terjun penuh, jgn ada lagi keraguan klo kamu bisa sukses di dunia usaha. 6. TIDAK PUNYA MODAL Tidak punya dana lebih tentu membuat kita takut untuk memulai bisnis apalagi jika kita menjadi tumpuan keluarga atau orang tua. SOLUSInya? JANGAN NEKAT, pastikan dulu keluar kita aman untuk waktu yang cukup lama, misal 2-3 tahun dengan tabungan atau aset yang kita miliki, baru kemudian terjun ke bisnis. Cuman klo kamu masih mahasiswa, ato baru lulus dan tidak punya tanggungan, ato memang ga ada kerjaan saat ini, LAH NUNGGU APA? emang punya banyak pilihan?? MULAI lah 7. SENDIRIAN GA PUNYA KONGSI Berjalan sendiri juga sering membuat kita takut untuk memulai menjadi pengusaha karena kita merasa kurang kompetensi, ada kekurangan yang punya pontensi membuat bisnis kita gagal. SOLUSInya, carilah partner atau teman yang bisa diajak KONGSI atau USAHA bareng, hal ini selain memperkuat keyakinan juga memperkuat KOMPETENSI dalam menjalankan usaha yang kita bentuk. Selain tentu bisnis juga bisa berkembang lebih cepat. 8. KELUARGA TIDAK MENDUKUNG Tidak ada dukungan keluarga, nah ini sering terjadi pasti, apalagi misalnya kita memang menjadi andalan dan tumpuan keluarga kita atau misalnya memang keluarga kita saat ini punya background pekerjaan tertentu, serta punya pemikiran klo jadi pengusaha itu ga JELAS. SOLUSI nya apa? Tergantung sih, klo dari keluarga berada sih yah nekat ajah lah, minta restu dan kuatkan keyakinan, paling ortu sedikit ga rela ajah tapi akhirnya liat ntar. Tapi klo kita jadi tumpuan keluarga, WAIT sudah saya jelaskan beberapa di atas, siapkan dulu BEKAL yang cukup untuk keluarga, itung faktor resiko yang akan muncul, klo udah yakin minta ridho untuk ACTION. 9. GA BISA NGITUNG Tidak ada bayangan hasilnya akan berapa karena ga bisa ngitung salah satu sebab orang takut untuk memulai usaha, jika ajah kita mengerti bagaimana menggunakan excell dan mau belajar untuk coba membuat prediksi binsis dalam angka-angka, saya yakin banyak dari kita akan segera memulai usaha apalagi jika faktor-faktor penghambat lainnya tidaklah signifikan (keluarga, modal, dll). Jadi coba di ANGKAKAN agar nyali kita untuk memulai muncul. 10. Cerita orang lain yang gagal juga sering menjadi pengaruh buruk yang membuat kita takut untuk memulai usaha "tuh liat si itu, habis duitnya banyak hasilnya apa? Cuman punya outlet kecil-kecil an ajah", terdengar familiar kalimat-kalimat seperti ini? SOLUSInya cari lingkungan yang tepat, cari teman yang tepat, dan ekosistem yang tepat sehingga MINDSET positif yang muncul, serta semangat untuk menjadi wirausaha yang makin besar, tinggalkan lingkungan itu sekarang jika kamu ingin mengubah hidupmu dan punya nyali untuk memulai usaha. 11. Nyaman di dalam ketidaknyamanan "Ayo siapa yang mau jadi pengusaha bubur ayam?" Celotehan yang pernah saya lontarkan ke banyak karyawan yang mengejutkannya tidak ada satupun yang angkat tangan "SAYA PAK", kenapa? Ilmu, bisa diajarkan, mentor? saya sendiri turun tangan klo perlu, Modal? Bisa di cari, lah lantas apa? TAKUT meningkatkan kenyamanan saat ini, yang sebetulnya jika digali lebih dalam tidak juga bisa bilang nyaman, wong gaji pas pas an ajah kok. SOLUSInya? NEKAT ingin mengubah hidup, jgn lewatkan KESEMPATAN yang ada. 12. Belom kuat niatnya, ga yakin sama Allah. Yah mau bilang apalagi, klo yakin sama Allah pemilik kekayaan di alam semesta ini, yang hanya butuh Kun Fa Ya Kun untuk hidup kita akan berubah, rasanya tidak ada alasan apapun yang membuat kita harus takut, yah gak? REZEKI sudah ditetapkan bahkan sebelum kita lahir, dan akan dicukupkan sebelumnya kita menghadap NYA. Takut apa? Nah temen-temen, apa yang harus dilakukan agar semua ketakutan diatas tidak membuat kita mundur? Dari 12 poin di atas secara singkat mungkin kita bisa simpulkan inilah resep / cara untuk membuat kita makin yakin menjadi pengusaha sebagai jalan hidup kita. 1. Bismilah, kuatkan niat 2. Pelajari ilmunya 3. Bangun banyak relasi dan koneksi 4. Action, jangan kelamaan 5. Yakini ini memang jalan hidup kita 6. Perbanyak sedekah 7. Kerja keras dan cerdas 8. Cari partner 9. Cari pembimbing 10. Banyakin lihat kisah sukses Semoga sedikit tulisan di atas bisa memberikan manfaat khususnya buat temen-temen yang masih RAGU atau TAKUT untuk memulai menjadi seorang pengusaha kuliner. Tulisan ini bukan tentang mana lebih baik jadi pengusaha atau jadi profesional karena kebaikan itu bisa datang dari mana aja asal memang NIAT kita sudah lurus kok. #salampengusaha #terusmenerbarkebaikan #terusmemberimanfaat *Buat temen-temen yang mau copas artikel silahkan ajah ga perlu minta izin asal mencantumkan sumber artikelnya, yaitu www.foodizz.id/blog. Yuk hargai karya dan usaha orang lain dalam membuat konten" #kontenpromo Buat temen-temen yg ingin belajar BISNIS KULINER DARI NOL via ONLINE, Foodizz punya kelas FAST TRACK. 8 kelas, 32 jam lengkap. Ini bekal penting untuk yang akan atau baru memulai karena akan dibahas dengan lengkap sejak dari awal ide bisnis. Silahkan di cek disini Check this out https://www.foodizz.id/blog Sumber Gambar: Unsplash.com

    View All
    Pages (138)
    • OFFLINE CLASS (MBK) | Foodizz.id

      Klik di sini untuk Info Lengkap MBK 16 Klik di sini untuk Info Lengkap MBK 16

    • Home | Foodizz.id

      F&B BUSINESS EDUCATION PLATFORM Akses 400+ Free Premium Content dengan subscribe YouTube Channel Foodizz Sekarang! ACCESS NOW Semua yang perlu Anda pelajari tentang... IDEA X MARKETING Bagaimana menciptakan Ide Bisnis Kuliner yang bisa meledak di pasaran Bagaimana mengembangkan dan mengeksekusi ide agar sesuai dengan pasar Bagaimana membangun tim yang solid dalam Marketing Access Now Semua yang perlu Anda pelajari tentang... OPERASIONAL Bagaimana menset sistem Operasional untuk bisnis kuliner Bagaimana menciptakan sistem back to back control dalam Operasional bisnis kuliner Menyusun Menu Engineering yang bisa menciptakan pertumbuhan sales yang berkelanjutan Access Now Semua yang perlu Anda pelajari tentang... LEGAL Apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum memulai bisnis kuliner Badan usaha yang cocok untuk bisnis kuliner yang baru mulai Apa saja pengetahuan wajib dari sisi legal yang harus diketahui seorang pebisnis kuliner Access Now menuju 1 juta pengusaha kuliner dan penciptaan 5 juta lapangan kerja dalam ekosistem bisnis kuliner BERI DUKUNGAN UNTUK FOODIZZ HIGHLIGHT CLASS PRE ORDER E-COURSE 10 X OUTLET GROWTH Ekspansi Cabang Sendiri Tanpa Kemitraan Foodizz menghadirkan Expert yang telah berpengalaman untuk mengajarkan kepada Anda ​ Pengajaran disertai simulasi pengisian excel, agar setelah pelatihan ini Anda bisa mengerjakannya sendiri untuk bisnis Anda sendiri ​ Anda akan mendapatkan wawasan yang masih jarang disampaikan dalam workshop atau seminar bisnis kuliner ​ Anda akan mendapat gambaran yang mungkin belum pernah Anda dengar sebelumnya, bahwa bisnis kuliner sangat potensial untuk dikembangkan menjadi bisnis yang bernilai miliaran Lengkapi ilmu dari Program ini. Klik di sini. PROMO PRE ORDER 3 Bulan Non Stop Kelas Intensif Menjadi Pebisnis Kuliner DAFTAR SEKARANG UNTUK BATCH BERIKUTNYA PROGRAM BULAN INI - Klik di Sini Klik di Sini untuk melihat Katalog Lengkap In Collaboration With Click Here to Support F&B Indonesia Entrepreneurs NEW ARTICLES 3 hours ago Lampu Kuning Pebisnis Ghost Kitchen. Setidaknya sudah ada 2 Virtual Kitchen / Ghost Kitchen / Cloud Kitchen atau apapun istilahnya yang muncul di Bandung dalam beberapa waktu... a day ago “Future Proofing” Bisnis Kuliner, Ini dia 10 Catatan Pentingnya (Part 2) Ok kita lanjutkan keseruan bahasan soal Future Proofing ini yah point 6 - 10. Buat yang terlewat point 1-5 temen-temen bisa baca di “Futu... a day ago 12 Sebab yang membuat kita TAKUT menjadi pengusaha "Wah bro klo gua sih rasanya ga ada nyali lah buat keluar dari kerjaan sekarang kemudian memulai usaha kuliner kayak elo, ngeri ey, resik... a day ago “Future Proofing” Bisnis Kuliner, Ini dia 10 Catatan Pentingnya (Part 1) Setiap orang yang memiliki dan membangun bisnis kuliner pasti menginginkan bisnisnya bertahan lama, tetap relevan di mata konsumen, dan m... a day ago Belajar Bisnis Kuliner di Exhibition Virtual Terbesar di Indonesia! Tahun 2021, siapa yang mau curi start bersiap? Jika Anda Foodpreneurs yang ingin melengkapi ilmu dan wawasan di bidang bisnis kuliner, wa... 3 days ago Pricing Strategy Dalam Bisnis Kuliner (PART 3) Melanjutkan artikel sebelumnya, berikut adalah 5 pendekatan lain yang dapat kita implementasikan ketika menetapkan harga untuk produk yan... lihat semua artikel terbaru

    View All