Search
  • FOODIZZ.id

Promosi Pake Influencer, Efektif ga?

" Foodizz mau nanyo klo mau promote kuliner lewat influencer itu efektifnya pake feed/stories ya ?"

Ini sebetulnya salah satu pertanyaan yang sering sekali ditanyakan oleh temen-temen pebisnis kuliner, pertanyaan seputar Influencer mulai dari berapa budget, efektif ato enggak, kok udah pake ga ada impact, kontennya kayak gimana, dan lain sebagainya.


Promosi menggunakan Influencer itu bukan soal di Feed or Stories, bukan hanya soal budget dan quantity ajah tapi soal PENAWARAN + KONTEN + INFLUENCER + DURASI + BUDGET. Nah, jadi semua harus di rencanakan dengan detail dan matang agar ada hasilnya, jika tidak, ga aneh tidak banyak yang akhirnya hanya dapet "iklan" exposure tanpa impact sama sekali.


1. PENAWARAN


Ini salah satu faktor penting agar promosi yang kita lakukan melalui Influencer itu bisa berhasil. Banyak banget yang pake Influencer misalnya cuma menginformasikan klo tempatnya keren, lokasinya di jln x, menu-menu nya bervariasi tanpa ada PENAWARAN.


Apa Syarat PENAWARAN yang BISA MENDORONG akhirnya konsumen datang?


- Sulit ditolak oleh konsumen

- Mendorong konsumen untuk membeli

- Punya batasan waktu

- Membuat konsumen menjadi yang pertama

- Value yang ditawarkan DIRASA lebih besar dari harga yang dibayarkan


Jadi pastikan dulu PENAWARAN kita memang powerfull sebelum kemudian di iklankan di Influencer, karena pada prinsipnya Influencer itu Content Distribution Platfom ketika kita menggunakannya untuk beriklan.


2. KONTEN


Setelah punya PENAWARAN kuat yang mampu mendorong konsumen untuk ACTION, hal yang juga tidak kalah penting adalah membuat PENAWARAN kita menjadi konten yang menarik dan punya STOPING POWER. Seperti apa PENAWARAN yang PUNYA STOPING POWER?


- Kreatif konsepnya kuat

- Imagenya keren yang membuat orang mau liat

- Videonya kreatif sehingga target market mau nonton sampe selesai

- Sound videonya trendy

- Copy writing / Caption/ Judul / Artikelnya menarik untuk dibaca sampai selesai

- Ada CTA (Call To Action) yang jelas, misal link WA, link alamat, dll


"Waduh buatnya gimana yah, saya buka orang kreatif" ... yah berarti cari tim atau bisa juga outsource ke agency kreatif or influencer yang juga menyediakan jasa buat konten, karena klo enggak, bakal jadi percuma penawaran dan budget yang kita habiskan nanti.


3. INFLUENCERNYA


Nah setelah ada PENAWARAN + KONTEN yang kuat, baru kita kaji kembali kira-kira influencer mana yang cocok dengan produk dan brand kita, jangan sembarangan pilih hanya berdasarkan berapa banyak followernya, tapi harus betul-betul diperhatikan beberapa aspek lain terkait influencer seperti:


- Siapa followernya, apakah sesuai dengan target market brand kita

- Apa konten yang biasa di post oleh influencer tersebut

- Tingkat engagementnya bagaimana (minta datanya)

- Lihat siapa yang ajah yg pernah dia endorse, coba cek komen-komennya.

- Cek fisik yang pernah influencer tersebut endorse, misalnya pernah endorse coffeeshop, cek rame ga coffeeshopnya, yah tentu tidak jadi patokan yah hanya untuk bagian screening ajah karena kembali lagi rame atau enggak itu, banyak faktornya.


4. DURASI IKLAN


Nah ini juga penting, karena pasang 1 kali berharap ada impact sih menurut pengalaman kita sih sulit sekali, ada sih mungkin yang jadi viral dan kemudian rame, bahkan gratis malah ga bayar, namun pada praktek umumnya, beriklan itu butuh KONSISTENSI karena tahap awalnya apalagi klo brand kita baru, tentu harus membangun Brand AWARENESS dulu. Solusinya gimana?


- Be creative, jgn cuman andalin iklan berbayar, bisa kok yang free, coba kirimin produk kita ke influencer, mana tau mereka review gratis.

- Banyakin kenalan dengan influencer, traktir-traktir, ngopi-ngopi, cari insight, ini akan sangat efektif buat brand yang baru mulai .

- Ajak kolaborasi dan kerjasama Influencernya, misalnya dengan sistem bagi hasil dari omset ato bahkan ajak jadi owner.


5. BUDGET


Yups, akhir semua bahasan tentu ajah ada BUDGET NYA kaga? Penting yah? Yah iyalah penting, banyak yg bisa gratis sih seperti bahasan di nomor 4, tapi pada akhirnya BUDGET tetap penting untuk menjaga KONSISTENSI dan RELEVANSI brand dan bisnis kita, ga mungkin ngadalin yang FREE setiap saat.


Wah, saya ga punya budgetnya mas, lah ini pasti sejak awal buat bisnis ga punya BISNIS PLAN berarti, artinya MULAI AJAH DULU, bukan tidak baik tapi di kondisi dan jaman seperti sekarang temen-temen yang berbisnis kuliner akan berhadapan kompetisi dengan pebisnis-pebisnis yang udah jago, punya plan, punya tim, punya budget, klo tida punya PLANNING sejak awal rasanya akan sangat sulit bersaing ke depannya.


So Keep Learning.


Semoga bermanfaat.


BTW Foodizz akan ada Special Class nih, Wajib banget ikut buat temen-temen yang mau serius belajar detail tentang MEMBUAT BISNIS PLAN selama 9 jam, mendapatkan template-template yang tinggal di isi dan dibahas 12 topik detail menyusun Business Plan, temen-temen bisa Join di kelas Foodizz Online Class: Business Plan 2021 untuk Pebisnis Kuliner atau langsung WA ke 082127778018


#Foodizz

#Keepsharing

#SpreadKnowledge

58 views