Produk Dulu atau Market Dulu klo Mau Bisnis Kuliner?



Skenario A

A: "Ingin bisnis di mana Kang?"

B: "Saya kayaknya mau cari-cari lokasi di sekitar kampus Unpad, soalnya rame banget di sana"

A: "mau jualan apa Kang?"

B. "Nah itu, mau lihat-lihat dulu nanti kira-kira yang potensial sekitar kampus bisnis kuliner apa"


Skenario B

A: "Ingin bisnis apa Mas?"

B: "Kayaknya mau jualan ayam nih, saya punya resep sambel dan ayam goreng kalasan enak banget"

A: "Mau dijual di mana Mas?"

B: "Nah lagi cari-cari lokasi yang cocok dan potensial buat produk ayam kalasan saya"

A: "Emang market buat ayam kalasan ada Mas?

B: "Gede kayaknya sih klo ayam, khan makanan sehari-hari?"


Nah Foodpreneur kamu aliran yang mana? Pendekatan PASAR dulu atau PRODUK dulu? Dan kenapa?


Mana yang paling baik? Pada dasarnya sulit menjawab hal ini karena kadang kita rancu mendefinisikan hal ini, ketika kita punya produk misalnya, sebenernya mungkin kita sudah berpikir juga pasarnya memang besar, pun sebaliknya. Di sisi lain banyak juga yang sukses dengan kedua pendekatan di atas kok, jadi yang dua-duanya baik. Yang ga baik itu yah ga ACTION, cuman sibuk berteoritis dan nyusun plan yang akhirnya bisnisnya ga jalan-jalan juga hehe.


Ok kembali ke laptop. jadi sebetulnya kedua proses ini bisa pararel untuk dijalankan, poinnya tentu pastikan kita menjual PRODUK yang TEPAT di MARKET yg TEPAT, dalam hal ini MARKET yang TEPAT adalah market yang punya potensi untuk digarap, bisa di scale, serta sustain.


Kita boleh ajah punya PRODUK yang MENURUT kita bakal laku banget, tapi balik lagi, ADA PASARNYA ga? ADA yang akan BELI ga? Konsumen ini bakal REPETISI ga beli ny?a ato cuman sekali-sekali or sekali untuk selamanya?


Klo Foodizz dengan pengalaman selama ini menjalankan bisnis kuliner, lebih berpikir untuk memulai dari MARKET nya terlebih dahulu, produk sih bisa diciptakan, bisa ajah partner, ajak Chef,atau bahkan cari OUTSOURCING jualan produk lain, sejauh marketnya memang ada. Kenapa?


1. Klo market ada kita bisa buat kalkulasi lebih jelas

2. Potensi untuk bisa menjual lebih besar

3. Produk sudah disesuaikan dulu dengan kebutuhan market

4. Analisa kompetisi sudah lebih mendalam

5. Lebih menarik juga buat ajak investor karena market base

6. Buat business plan juga lebih mudah karena informasi market lengkap


So balik lagi tapi yah temen-temen, tidak ada yang salah, asal pararel menjalankannya dan juga dianalisa dengan DETAIL biarpun pendekatan PRODUK terlebih dahulu.


Nah temen-temen, ingin buka bisnis kuliner?


1. Blom ada produk? Ga masalah pelajari dulu potensi marketnya, kemudian lihat di mana peluang kita masuk dan dengan produk apa kita akan masuk.

2. Sudah ada produknya? Lakukan riset pasarnya, apakah produk kita bisa Fit to market, apakah ada potensi konsumennya? Apakah mereka suka dengan produk yang kita miliki?


Bener semua kok, yang salah itu ga ACTION, udah itu ajah titik



Semoga Bermanfaat


Foodizz

1st F&B Education Platform in Indonesia.

www.foodizz.id


Buat temen-temen yang mau belajar lebih detail bagaimana MEMULAI BISNIS KULINER DARI NOL, nah coming soon Maret kelas MBK 16 Foodizz akan hadir dengan format OFFLINE (di Bandung) dan ONLINE (bisa di mana ajah). Siapa yang pernah ikut kelas ini? BANYAKK, sudah 16 MBK loh dan banyak owner bisnis kuliner yang sudah sukses pernah ikut di kelas-kelas Foodizz seperti HAUS, Waroeng Steak, TEGUK, TUGU JOGJA & LAPIS BOGOR, Master Penyet, Mr. Suprek, Mie Gacoan, Capital Bakery dan ribuan lainnya.


So, jangan terlewat di kelas MBK 16 kali ini, banyak ILMU UPGRADE, STUDI KASUS, serta MENTORING ONLINE 10x setelah selesai kelas dan dapet bocoran 5 bisnis yang bisa jadi bisnis miliaran yang bisa temen-temen jalankan. Daftar di link ini


Jangan ketinggalan peluangnya.


#keepsharing

#keeplearning

#spreadknoweledge

#kulinerindonesia


*Buat temen-temen yang mau copas artikel silahkan ajah ga perlu minta izin asal mencantumkan sumber artikelnya, yaitu www.foodizz.id/blog. Yuk hargai karya dan usaha orang lain dalam membuat konten"


Sumber Gambar: Unsplash.com


233 views0 comments

Previous Post

Baca berdasarkan Topik