Search
  • FOODIZZ.id

Perilaku Konsumen di Era New Normal

Ternyata dari wabah COVID-19 secara tidak langsung mengubah lifestyle menuju ke kenormalan baru atau new normal pada konsumen. Artinya, gaya hidup baru inilah yang akan menjadi landasan terbentuknya stay at home economy.



Lantas, apa saja perubahan perilaku konsumen di new normal ini? Ayo disimak.


1. Lebih banyak menghabiskan waktu di rumah

Wabah yang mulai menyerang Indonesia di bulan februari kemarin memaksa orang untuk menghentikan mobilitas mereka dan mengharuskan semua orang untuk diam di rumah. Meski semuanya sudah terasa normal, tapi tidak sedikit yang malah mulai terbiasa untuk tetap didalam rumah.


2. Membeli kebutuhan lewat online

Belanja online mulai bergeser dari produk yang bersifat keinginan (want) ke produk yang sifatnya adalah kebutuhan (need). Belanja online konsumen pun melebar dari barang-barang non-esensial ke esensial. Dan volume pembeliannya pun makin besar. Lebih memilih food delivery Masyarakat menghindari untuk makan langsung di outlet dan beralih ke layanan delivery. Yang biasanya orang-orang hanya memesan makanan untuk pleasure dan enjoyment, sekarang sampai pada kebutuhan rutin sehari-hari.


3. Memilih makanan beku untuk stok makanan

Kebanyakan ibu milenial itu tidak pandai memasak. Sekalinya memasak ada kebiasaan memasak yang berbeda yaitu memasak sesuatu yang simple dan convenient. Itulah sebabnya mereka lebih memilih frozen food dibandingkan harus membuatnya dari awal. Itu dia beberapa perubahan prilaku yang menurut saya mulai terlihat. Nah dari sini kita bisa mengambil beberapa poin penting bagaimana dan apa yang harus dilakukan untuk bisa menyasar pasar di era new normal.


Ternyata perubahan-perubahan tersebut tidak hanya sebentar saja, beberapa malah berubah menjadi kebiasaan yang permanen. Wah.. gawat juga kalo perubahan tersebut membuat bisnis kuliner kita ga relevan lagi.


Semoga teman-teman Foodpreneur semua selalu sigap untuk mengetahui berbagai perubahan konsumen, perubahan kompetisi dan infrastruktur yang terjadi, agar perubahan tersebut ga menjadi merugikan, tapi membuat kita bisa meningkatkan sales dan profit bisnis kuliner kita!


Salam optimis!

Rifki RM

Founder & CEO Foodizz


0 views