“Future Proofing” Bisnis Kuliner, Ini dia 10 Catatan Pentingnya (Part 2)



Ok kita lanjutkan keseruan bahasan soal Future Proofing ini yah point 6 - 10. Buat yang terlewat point 1-5 temen-temen bisa baca di “Future Proofing” Bisnis Kuliner, Ini dia 10 Catatan Pentingnya (Part 1)


Ok let's go



6. Bangun budaya feedback dari semua level dalam bisnis

“Feedback is food for champions” kalimat ini mungkin sudah menjelaskan dengan sendirinya betapa pentingnya feedback. Bangun budaya yang terbuka dalam bisnis, sehingga semua level dalam organisasi merasa nyaman untuk memberikan feedback demi kemajuan usaha bersama. Karyawan kita yang berinteraksi dengan konsumen, yang berhubungan dengan supplier, yang melakukan proses operasional sehari-hari adalah sumber penting untuk mendapatkan feedback.


Mereka bisa memberikan masukan yang penting, baik kecil ataupun besar yang akan memperbaiki proses bisnis kita bahkan mendapatkan insight yang berharga karena mereka adalah orang-orang yang setiap hari berinteraksi langsung di lapangan. Berikan juga reward dan acknowledgement kepada karyawan kita yang memberikan masukan penting dan memiliki kinerja baik sehingga semua orang memiliki motivasi untuk selalu memberikan yang terbaik untuk kemajuan usaha bersama.



7. Perbaiki terus pengalaman konsumen (consumer experience)

Bisnis kuliner kita akan bertahan kalau kepuasan konsumen terus terjaga. Selain produk kuliner yang baik dan sesuai dengan selera konsumen, consumer experience adalah salah satu faktor yang penting untuk menjaga loyalitas konsumen. Permudah pengalaman konsumen untuk mendapatkan produk kita, misalnya pemesanan online dengan foto produk yang menarik, deskripsi yang jelas dan sederhana.


Permudah juga konsumen untuk menghubungi kita secara langsung, baik melalui hotline, WA business ataupun channel lainnya dengan penanganan yang baik & profesional, dan yang sudah tentu permudah dan perbaiki secara terus menerus pengalaman konsumen dine in mulai dari datang ke outlet, proses pemesanan, datangnya makanan, proses pembayaran, sampai kepada proses pemberian feedback dari konsumen kepada kita.



8. Perkuat bisnis proses dan implementasi teknologi

Kalau bisnis kuliner kita semakin besar, sudah tidak mungkin lagi bisa melakukan “one man show” dimana owner harus melakukan semuanya sendiri. Membangun dan memperkuat bisnis proses adalah salah satu cara agar bisnis kita efisien, konsisten, dan selalu dalam kontrol yang baik. Perkuat proses bisnis disemua bidang seperti operasional, marketing, finance dan supply chain. Pastikan bisnis proses yang sudah ditentukan dapat diimplementasikan dengan konsisten. Dan yang juga penting adalah gunakan bantuan teknologi / sistem IT yang relevan sehingga mengurangi proses manual, mempercepat proses pelaporan, analisa data, dan juga menghilangkan berbagai proses yang tidak efisien dalam bisnis.



9. Kolaborasi vs Kompetisi

Bisnis tidak selamanya tentang berkompetisi, malahan akan lebih banyak lagi kesempatan yang datang kalau kita bisa melihat peluang berkolaborasi. Kesempatan dalam bisnis kuliner sangat besar sehingga peluang berkolaborasi dengan sesama pelaku bisnis kuliner akan mengoptimalkan kesempatan tersebut. Cari peluang dari pelaku bisnis kuliner lainnya yang bisa saling melengkapi portfolio kita, mengisi segmen tertentu dimana memang bukan kompetensi utama kita di area tersebut dan juga berikan kesempatan kepada pelaku bisnis pemula atau yang masih dalam skala kecil untuk bertumbuh dengan bisnis kuliner kita.



10. Bangun Sumber Daya Manusia

Last but not least, bisnis kuliner kita akan mampu menyesuaikan dan menghadapi segala tantangan kalau dijalankan oleh sumber daya manusia yang juga mampu menyesuaikan dan memperbaiki diri secara terus menerus. Dedikasikan waktu dan dana untuk membangun kapabilitas sumber daya manusia dalam bisnis kita, berikan training baik internal ataupun eksternal. Bangun performance culture dalam bisnis kita sehingga orang-orang yang bekerja selalu memiliki motivasi menjadi lebih baik. Jangan takut kehilangan karyawan yang bagus kalau mereka sudah lebih pintar dan berkembang, karena konsekuensi memiliki karyawan yang tidak memiliki kapabilitas akan memiliki akibat yang jauh lebih negatif. Dan pada akhirnya lebih baik menganggap itu sebagai amal kita untuk bisa memberikan ilmu yang bermanfaat bagi orang lain.


Demikianlah 10 hal yang bisa dilakukan untuk future-proofing bisnis kuliner kita. Kata kuncinya adalah tentang inovasi dan antisipasi bukan hanya menghadapi konsekuensi dan juga tentang usaha-usaha yang proaktif bukan sekedar reaktif. Semoga bermanfaat untuk para foodpreneurs, All The Best! (a/s)


Semoga Bermanfaat.


Let's get SCALE


Foodizz Team



#keepsharing

#keeplearning

#spreadknoweledge

#kulinerindonesia


*Buat temen-temen yang mau copas artikel silahkan ajah ga perlu minta izin asal mencantumkan sumber artikelnya, yaitu www.foodizz.id/blog. Yuk hargai karya dan usaha orang lain dalam membuat konten"



#kotenpromo


Supply Chain Management Mastery

Dalam Bisnis Kuliner


Mengelola belanja, inventory dan logistic, bagaimana strateginya? Apa blind spot nya? Bagaimana KPI nya?


"Siap-siap, ILMU ini akan membuat Anda HEMAT jutaan, puluhan juta, ratusan juta, atau bahkan miliaran tergantung skala bisnis Anda. Bukan TEORI, workshop ini dibuat berdasarkan PRATEK DAN PENGALAMAN langsung yang dilengkapi dengan ILMU yang detail"


JANGAN SAMPAI ANDA SALAH LANGKAH DAN RUGI HINGGA MILIARAN RUPIAH! Daftar Sekarang disini


Sumber Gambar: Unsplash.com


167 views0 comments

Previous Post

Baca berdasarkan Topik