Black Friday Clothing Sale Leaderboard.j

DATA BASE KONSUMEN, TAMBANG EMAS BISNIS KULINER


Database konsumen merupakan tambang emas yang sering sekali dianggurin oleh banyak pebisnis kuliner, punya banyak tapi tidak tau harus diapain atau bahkan tidak sadar klo punya database, yah tentu yang terparah tidak pernah berpikir untuk memulai mendapatkan database konsumennya. Santai ajah, Delivery Online berjalan sesuai harapan dan juga Dine In ok.. ok.. ajah omsetnya sehingga ngapain capek-capek mikirin punya database, ya ga? Sampai akhirnya baru mau mulai sadar ketika sales mulai turun, kok susah naik.


Artikel kali ini kita akan lebih banyak bahas situasi dimana kita memiliki database konsumen kita, namun database tersebut hanya TIDUR, hanya dikoleksi tanpa memberikan kontribusi apapun bagi bisnis kita, alasannya bisa macam-macam sih tapi poin nya, DATABASE nya NGANGGUR dalam berbagai bentuk seperti:

  • Data dalam POS sistem

  • Data download Aplikasi (jika punya)

  • Data Brand Activation (Email)

  • Data WA Business (Direct order)

  • Data list Email dari berbagai sumber (E comerce), dll

  • Data Custom (Reseller / Dropshipper)


Bagaimana me-manage database tersebut sehingga bisa menjadi TAMBANG EMAS dengan cara menghasilkan FIRST ORDER dan REPEAT BUYING yang tentunya menambah OMSET kita dengan BIAYA LEBIH MURAH dibandingkan kita melakukan AKUISISI KONSUMEN BARU. Yuk coba kita lihat 5 strategi penting dibawah.



1. OBJECTIVES IN NUMBERS


Tetapkan target dalam angka yang ingin dicapai dari pengelolaan database yang dilakukan. Misalnya setiap bulan DATABASE harus memberikan kontribusi OMSET sebesar 20% dari total omset bisnis kita. Atau bisa jika berdasarkan persentase REPEAT BUYING harus x% dari total database yang equivalent dengan nilai omset xx.


Tanpa NUMBERS, apa yang mau diukur? Jumlah databasenya nambah atau tidak? Kemudian untuk apa klo sudah nambah? Penambahan database memang penting, apalagi jika database didapatkan melalui APLIKASI milik kita sendiri atau melalui POS yang memang REAL KONSUMEN databang dan membeli sebelumnya, namun setelah DATABASE nya ada, harus tetapkan ukuran baru terhadap data tersebut.



2. TIM / PIC yang MENGELOLA DATABASE


Dari pengalaman mengelola database, tanpa PIC yang di TARGET dengan jelas, pengelolaan biasanya tidak akan efektif dan kemungkinan tidak tercapai target sangat besar, apalagi TIM / PIC nya merangkap pekerjaan lain, sehingga dengan mudah akan dijadikan alasan tidak tercapainya target karean TIDAK FOKUS dan ada pekerjaan lain.


Ingat loh temen-temen kuliner, menghasilkan OMSET / SALES kenapa tidak dibuat FOKUS agar tercapai? klo temen-temen bisa punya tim HRD yang fokus, punya team promosi, punya tim riset, lah kenapa ini jelas-jelas yang menghasilkan OMSET bagi perusahaan malah ga ada tim khususnya? KPInya juga mudah lagi, SALES bukan yang lain, klo tidak tercapai gampang mengevaluasinya.



3. PENAWARAN yg SULIT DITOLAK


Untuk menghasilkan SALES melalui DATABASE dibutuhkan program yang terencana, ga bisa cuman hanya POSTING FLYER terus berpikir OMSET akan DATANG, terlalu indah dunia ngab. Biarpun DATABASE itu konsumen yang pernah datang sekalipun, misalnya dari database POS / BIG ORDER / aplikasi sendiri, tetap saja kita harus membuat PENAWARAN yang menarik sehingga mereka tergoda untuk melakukan REPEAT BUYING, apalagi jika database tersebut bukan database konsumen yang pernah membeli, misalnya database dari iklan yang mengarah ke WA Business kita, ini butuhkan PENAWARAN dan cara MENAWARKAN nya juga yang harus kuat sehingga mendorong database tersebut untuk melakukan transaksi pertama kalinya. Temen-temen bisa baca cara membuat PENAWARAN yg SULIT DITOKAK oleh KONSUMEN di link ini (Wajib di baca)



4. BUDGET PROGRAM & TEAM


Mengelola database merupakan aktivitas FREE BUDGET, hmmmm klo LOW BUDGET masih masuk akal lah kalimatnya, tapi FREE?? I dont think so, bayar PIC khusus mengelola database untuk terkonversi menjadi SALES emangnya FREE? Punya POS dengan kemampuan men grab database memang nya FREE? Buat program misalnya, DISCOUNT KONSUMEN LOYAL (database) memangnya biaya discountnya tidak ditanggung perusahaan? Sehingga YES!! tentu aktivitas mengelola database membutuhkan BUDGET.


Yang penting adalah BERAPA YG DIDAPAT (OMSET) dan berapa yang KELUAR (BUDGET) dibuat hitungannya dengan jelas, jika secara hitungan bagus dan ok, yah dijalankan. Ada jaminan pasti sukses? Kembali lagi, seberapa baik kita mempersiapkan semua POIN-POIN di atas.



5. REVIEW, REWARD, & PUNISHMENT


Terakhir, setiap bulan lakukan REVIEW pekerjaan dari tim DATABASE management atau juga sering kali dinamakan CRM team, bukan hanya terkait angka OMSET sebetulnya, bisa juga terkait dengan ANGKA Repeat Buying, angka kepuasan terhadap layanan, namun yang terpenting dari tim ini kembali lagi adalah OMSET. Beberapa temen-temen CRM mungkin tidak setuju 100% soal ini, namun dalam small or medium company, jika tidak SALES, yah basically tidak ada gunanya punya tim CRM, lebih baik budgetnya digunakan untuk hal produktf lainnya seperti budget PROMO, SALES, or MARKETING yang jelas memberikan kontribusi ke SALES, kecuali perusahaan Anda udah besar dan ada budget untuk mengelola database yang tidak terkait langsung dengan sales hehe.


Nah temen-temen kuliner semua, itulah 5 strategi penting agar kita bisa mengelola DATABASE yang bisa memberikan kontribusi SALES bagi bisnis kita, dan jangan pernah anggap sepele hal ini karena bisa jadi MEMILIKI, MENGELOLA, dan MENGHASILKAN dari database akan menjadi MASA DEPAN penting bagi bisnis kita.


Coba ajah pikir-pikir nih beberapa hal dibawah:

  • Semua yang bisnis kuliner masuk ke aplikasi delivery online seperti Grabfood / Gofood / Shopee.

  • Bukan cuman Rumah Tangga, perusahaan besar model Yummy Corp juga masuk ke aplikasi online dengan kemampuan budget besar.

  • Biaya sharing 20-30%, mau jual harga berapa ke depannya?

  • Biaya akusisi konsumen baru itu MAHAL, harus bayar KOL / Iklan / Buzzer, dll

  • Belum lagi kompetitor baru muncul dengan promosi yang jor jor an setiap saat.


Dengan sedikit ajah alasan di atas masih males berpikir untuk mulai MENGELOLA DATABASE sendiri? Tambang emas kok dianggurin ...!!


Pusing yah? Nah berarti segeralah berinvestasi dengan waktu dan ilmu, coba cari banyak literasi di youtube, google, workshop, dll tentang bagaimana membangun datalist kemudian mengelolanya, karena pemahaman ini butuh investasi waktu dan pikiran untuk kita betul-betul bisa paham, kemudian mengimplementasikannya dan mendapatkan hasilnya.


Semoga Bermanfaat.


Baca Artikel lainnya yang related:

1. Lampu Kuning Pebisnis Ghost Kitchen

2. 8 Channel Jualan dalam Bisnis Kuliner



PROMOSI.


Nah temen-temen yg ingin MEMULAI atau udah MULAI tapi masih tidak tahu arah, bulan depan Foodizz punya kelas yang LEGEND banget nih yaitu Memulai Bisnis Kuliner dari Nol ke 16, sudah 16 angkatan, nama-nama yang pernah ikut mungkin temen-temen sudah kenal banget seperti Waroeng Steak, HAUS, TEGUK, Mr Suprek dan ratusan brand lainnya. Kali ini lebih asik, yang ga bisa ikut offlinenya di Bandung bisa ikut Live nya di online. 4 Hari, 32 Jam. Plus lebih mantap lagi bakal di sharing 5 bisnis yang potensi buat di garap. Yuk join sekarang, ini moment yang sangat pas untuk mempersiapkan bisnis kamu. Klik link ini


Foodizz

1st F&B Education Platform in Indonesia.

www.foodizz.id


#keepsharing

#keeplearning

#spreadknoweledge

#kulinerindonesia


*Buat temen-temen yang mau copas artikel silahkan ajah ga perlu minta izin asal mencantumkan sumber artikelnya, yaitu www.foodizz.id/blog. Yuk hargai karya dan usaha orang lain dalam membuat konten"


Sumber Gambar: Unsplash.com


296 views0 comments

Previous Post

Baca berdasarkan Topik