Black Friday Clothing Sale Leaderboard.j

Collaboration Space, The Future of F&B Business?

Updated: May 19


"Bagaimana jika ke depan banyak lokasi premium, strategis, dan luas di miliki oleh brand-brand lokal yang berkolaborasi membangun ekosistem bisnis kuliner atau community base?"


Ini pertanyaan yang selalu muncul di kepala beberapa waktu kebelakang, karena GERAH juga melihat setiap lokasi yang bagus kemungkinan besar hanya bisa diakses dan dimiliki oleh pebisnis-pebisnis dengan capital yang kuat. Gimana enggak, harga pasaran untuk lokasinya premium setahun nya ajah bisa sebesar OMSET satu tahun UMK kuliner, itu baru klo bisa bayar tahunan, biasanya malah harus bayar beberapa tahun ke depan misal 3 tahun, gimana cerita CAPEX segede itu bisa dijangkau oleh kebanyakan pebisnis kuliner.


Tapi... mungkin ga kembali lagi jika lokasi-lokasi premium ini bisa dimiliki (sewa lah minimal) oleh temen-temen kuliner sehingga mereka bisa berjualan di lokasi strategis, mendapatkan EXPOSURE / AWARENESS yang maksimal karena lokasinya bagus serta tentu akan cukup menguntungkan bagi brand dan sales temen-temen? JAWABANNYA BISA, dengan cara apa? COLLABORATION SPACE.


Sebuah ide yang tidak baru-baru amat sih, karena sudah banyak juga prateknya namun tentu harus terus dibangun AWARENESS agar temen-temen ekosistem kuliner bisa terus menjadikan hal ini sebagai pemikiran dan kemudian menjadi ACTION untuk bisa mengeksekusi konsep COLLABORATION SPACE ini untuk menjadi SOLUSI mendapatkan LOKASI PREMIUM, AWARENESS BRAND yang kuat, serta kesempatan yang SAMA dengan pemilik capital besar untuk bisa SUKSES.


Pratek COLLABORATION SPACE ini sebetulnya sudah banyak digunakan oleh model bisnis seperti CO WORKING, beberapa COLLABORATION SPACE juga muncul di beberapa daerah seperti The HALLWAY SPACE di Bandung, atau M BLOC SPACE di Jakarta, dan yang paling sering kita lihat yah FOODCOURT, namun mungkin BEYOND FOODCOURT, COLLABORATION SPACE ini tidak hanya menjual sekedar makanan namun juga menjadi CENTER OF ACTIVITY ekosistem kuliner, artinya berbagai kegiatan bisa diadakan di tempat ini, ada office-office juga yang terkait support dengan bisnis kuliner (Agency, Jasa Photo, R&D, dll).


Btw mengapa konsep ini bisa menjadi FUTURE of F&B Business ke depannya, khususnya tentu akan punya manfaat besar untuk temen-temen UMKM dan UKM kuliner di Indonesia? Yuk coba kita lihat beberapa poin di bawah:



1. COST SHARING


Ini solusi yang membuat temen-temen kuliner bisa memiliki lokasi strategis bagi bisnis kulinernya, karena akhirnya dengan BERKOLABORASI TANGGUNG BIAYA, temen-temen memiliki kesempatan untuk bisa mengakuisisi lokasi yang MANTAP. "tapi jaman sekarang khan banyak juga konsep cloud" yah betul sih tapi klo bisa CLOUD sekaligus DINE in di lokasi strategis dengan biaya yang juga sesuai KANTONG, lebih MUCH BETTER khan?



2.COMMUNITY BUILDER & TRAFFIC MAKER


Dengan BERKOLABORASI, artinya kita juga menyatukan kekuatan untuk bisa men DRIVE TRAFFIC melalui media masing-masing BRAND yang ada di dalam COLLABORATION SPACE nya. Jika di lokasi ini juga misalnya ada KOL / BUZZER yang terlibat, wah impactnya akan lebih besar lagi, atau misalnya juga kita libatkan GOVERNMENT atau LEMBAGA yang memang TRAFFIC maker misalnya, ada SIM KELILING, nah makin bisa powerfull bisa men DRIVE traffic ke dalam lokasi ini.



3. POTENTIAL OTHER REVENUE


Space yang strategis dan komunitas yang besar juga akan menarik untuk SPONSOR dan EVENT hadir, hal ini bisa dimanfaatkan untuk bisa menggaet brand-brand besar untuk bisa memberikan SUPPORT berbagai event atau bahkan sewa lokasi itu sendiri malah bisa dicover oleh BRAND tersebut karena ada KERJASAMA IMBAL balik yang saling menguntungkan tentunya di mana COLLABORATION SPACE memiliki KOMUNITAS dan MASSA yang memang dibutuhkan oleh brand besar, sebaliknya COLLABORATION SPACE juga membutuhkan BRAND besar untuk mendatangkan TRAFFIC baru serta bahkan bisa memberikan SUPPORT secara FINANCIAL.



4. DATABASE UTILIZATION


COLLABORATION SPACE juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan collecting database dalam jumlah massive sehingga tenant di sini bisa menggunakan DATASHARING untuk menggarap OMNICHANNEL sales untuk bisa membantu peningkatan penjualan tenant-tenantnya, juga sekaligus bisa memberikan benefit kepada DATABASE nya secara langsung misalnya program promo discount, membuat APPS catering bersama untuk tenant-tenant makanan, dll.



5. NETWORK TO ACCELERATE & SPEED THE BUSINESS


COLLABORATION SPACE juga bisa dimanfaatkan untuk membantu temen-temen UKM dan UMKM kuliner melakukan akselerasi dan SPEED bisnisnya dengan membangun NETWORK setiap COLLABORATION SPACE yang muncul di berbagai lokasi atau daerah, baik itu dengan cara membuka OUTLET di berbagai lokasi maupun bisa melakukan KOLABORASI MENU (GHOST MENU) dengan brand lain yang ada di COLLABORATION SPACE yang berbeda.



6. EFFICIENCY IN OPERATIONAL EXPENSE


Yah ini tentu manfaat lainnya yang juga cukup signifikan, sederhananya bayar satpam rame-rame, bayar listrik barengan, dan biaya operasional lainnya akan jauh lebih efisien karena ditanggung bersama semua tenant yang ada di dalamnya. Selain itu juga, dengan adanya KOLABORASI dengan berbagai ekosistem supporting kuliner, banyak hal yang bisa diexplore untuk bisa menurunkan biaya, misalnya pembuatan aplikasi bersama (POS), sehingga NETWORK seluruh COLLABORATION ini bisa mendapatkan biaya yang lebih hemat, dll.



7. ABILITY TO COMPETE WITH BIG BOY


Nah ini salah satu hal yang menarik tentunya apalagi jika COLLABORATION SPACE di jalankan dengan konsep yang kuat, misalnya kegiatan branding & designnya dibuat sangat powerfull, didukung juga dengan budget bersama dan kekuatan komunitas bersama serta kualitas produk juga sangat diperhatikan, bukan tidak mungkin konsumen akan lebih memilih datang ke COFFESHOP yang ada di COLLABORATION SPACE di bandingkan coffeeshop brand-brand terkenal yang bisa dipositioningkan "BORING" karena gitu-gitu ajah, klo di COLLABORATION SPACE selain tempatnya juga strategis, designnya keren, local community nya kuat, kekinian banget, serta event-event yang keren.



8. GOVERNMENT SUPPORT


Terakhir, jika konsep COLLABORATION SPACE ini bahkan bisa mendorong tumbuhnya UKM dan UMKM yang kemudian bisa SCALE, baik skala lokal maupun nasional, bukan tidak mungkin COLLABORATION SPACE ini malah mendapat dukungan dari PEMERINTAH dengan berbagai fasilitas, sampai misalnya pendanaan loh. Bisa juga misalnya COLLABORATION SPACE ini menyediakan fasilitas meeting, training misalnya maka kita bisa berkerjasama dengan pemerintah untuk memberikan support dalam bentuk selalu menggunakan SPACE kegiatan pemerintah, apalagi terkait kuliner di COLLABORATION SPACE ini yang artinya akan terjadi traffic dan omset yang menguntungkan semua pihak.


Nah temen-temen, klo kitchen ajah bisa di buat COLLABORATION SPACE nya seperti Everplate, Yummy Kitchen, Cloud Kitchen, dll, WHY NOT dengan ekosistemnya bisnis kuliner, yah ga? Asik khan klo ada lokasi strategis di mana berbagai ekosistem (bisnis kuliner, teknologi, edukator, government, agency, dll) hadir sehingga makin berkembanglah bisnis kuliner di Indonesia. BTW di Bandung sudah per Juni 2021 FOODIZZ akan mulai mempelopori hal ini, dengan lokasi super strategis di Dago 70.


Let's make BRAND KULINER INDONESIA GREAT dan menjadi brand-brand kebanggan Nasional. Salam.



Foodizz

1st F&B EduTech

Belajar Bisnis Kuliner ..... Yah di Foodizz.


www.foodizz.id

www.sekolahkuliner.com

Join Telegram Group di t.me/foodizzid


GOOD NEWS

Temen-temen kuliner di Bulan Mei 2021, Foodizz akan mengadakan untuk pertama kalinya BOOTCAMP BISNIS KULINER dengan topik VALUASI BISNIS, INVESTOR & MENDAPATKAN PENDANAAN yang akan diadakan selama 4 hari, dari pagi - malam. Temen-temen akan langsung dimentoring oleh Pa Budi Isman, Gito Wahyudi, Yuszhak M. Yahya, Danis Puntoadi, Akhmad Saeful, dan beberapa Venture Capital invitation untuk bisa menyusun langsung VALUASI BISNIS milik temen-temen, serta berkesempatan langsung di pertemukan dengan INVESTOR yang siap melakukan investasi di bisnis kuliner jika mereka tertarik dengan bisnis temen-temen kuliner.


Silahkan yang tertarik untuk mendaftar di sini


Peserta hanya dibatasi sebanyak 26 peserta dan akan dipilih peserta yang memang siap untuk melakukan valuasi dan di investasi.


*Buat temen-temen yang mau copas artikel silahkan ajah ga perlu minta izin asal mencantumkan sumber artikelnya, yaitu www.foodizz.id/blog. Yuk hargai karya dan usaha orang lain dalam membuat konten.


Sumber Gambar: Unsplash.com


195 views0 comments

Previous Post

Baca berdasarkan Topik