Search
  • FOODIZZ.ID

Cara Menyimpan Bahan Makanan Agar Tetap Segar, Tidak Bau

Setelah ada pengiriman bahan makanan baru ke restoran, Anda pasti akan menyimpannya untuk stock sebelum bahan tersebut di olah.


Tahukah Anda bahwa menyimpan bahan makanan seperti buah dan sayur di tempat penyimpanan juga tidak bolah asal-asalan. Peyimpanan ini juga sangat berpengaruh terhadap biaya operasional bisnis kuliner Anda, karena mengurangi bahan makanan yang basi ketika Anda bisa menyimpannya dengan benar.

Berikut beberapa cara penyimpanan makanan yang bisa Anda lakukan untuk membuat makanan tidak mudah busuk:


1. Rajin Membersihkan Kulkas


Anda harus memeriksa kulkas Anda secara berkala. Jangan tunggu hingga kotoran menumpuk! Ada baiknya Anda mulai rajin membersihkan kulkas sebelum banyak kotoran agar terjaga kebersihannya. Jangan sampai bahan makanan yang masih segar tercampur dengan bahan makanan yang telah membusuk, karena terlalu lama berada dalam kulkas.


Jika Anda menemukan bahan makanan yang sudah membusuk, segera buang agar makanan lain tidak terkontaminasi


2. Daging, Ikan dan Unggas


Cara agar daging segar, ikan dan unggas tetap awet adalah dengan tetap membungkusnya didalam plastik. Karena, melepas pembungkus dapat meningkatkan risiko terpapar bakteri. Pakailah piring sebagai alas, jika daging tak dibungkus ketika dikirim.


3. Kentang


Untuk menyerap bau busuk dari bahan makanan atau makanan yang sudah diolah dan dimasukkan ke kulkas. Kentang dapat menjadi pilihan yang tepat. Caranya, belahlah kentang menjadi dua bagian atau lebih, kemudian masukkan secara acak di dalam kulkas. Belahan kentang dapat menyerap bau busuk didalam kulkas. Anda bisa menggantinya setiap tiga hari sekali dengan kentang yang masih segar.


4. Telur


Simpan telur dengan posisi berdiri atau bagian ujung ada di bawah. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kantung udara yang ada di atas tidak tertekan oleh berat telur, sehingga telur tak pecah. Pecahnya kantung udara pada telur akan mempercepat pembusukan proses pembusukan pada telur.


5. Roti


Pada waktu Anda akan menyimpan roti, sebaiknya Anda menggunakan irisan kecil apel atau kentang mentah didalam wadahnya. Hal ini bertujuan untuk membuat roti tahan lama dan segar.


6. Tomat dan Mentimun


Anda perlu memisahkan tomat dan mentimun pada saat penyimpanan. Karena tomat mengeluarkan gas yang dapat membuat mentimun lebih cepat membusuk. Sebaiknya, gunakan kertas atau koran sebagai alas, agar tomat dan mentimun selalu kering sehingga lebih awet saat disimpan di dalam kulkas.


7. Apel


Jangan simpan apel bersama dengan buah-buahan matang lainnya. Sama halnya dengan tomat, apel mengeluarkan gas tententu yang dapat menyebabkan buah-buahan dan sayuran lebih cepat membusuk. Sebaliknya, simpan buah apel dengan buah yang belum matang berdekatan agar buah tersebut bisa cepat matang.


8. Produk Susu dan Olahannya


Untuk menyimpan susu, alangkah sebaiknya menggunakan botol plastik sebagai pembungkus daripada kardus karton. Mengapa? Karena bakteri lebih mudah tumbuh di kardus karton dari pada gelas plastik.


Sedangkan untuk produk olahan susu seperti keju, yoghurt, krim asam, dan krim, biarkan tetap berada dalam kemasannya. Jika telah digunakan, jangan kembalikan ke wadah aslinya! Tapi, letakkan di mangkuk atau piring dengan bungkus plastik. Khusus untuk keju, bungkus menggunakan alumunium foil jika telah digunakan.


9. Jangan Campur Buah dan Sayur


Buah-buahan dan sayuran mengeluarkan gas yang berbeda. Jauhkan buah dan sayur terpisah seperti penempatan di toko buah atau swalayan.


Misalnya apel dicampur dengan apel, wortel dengan wortel. Jangan mencuci buah sebelum dimasukan kedalam kulkas karena kelembabannya bisa rusak dan lebih cepat membusuk.


10. Daun Salam


Selain bisa memberikan bau yang wangi pada makanan, daun salam juga memiliki khasiat untuk menjauhkan beras dan gandum dari kutu. Caranya adalah memasukan daun salam dalam wadah beras. Daun salam mampu membuat serangga tidak mendekat. Anda bisa menggantinya setiap tiga bulan sekali.


Artikel bermanfaat lainnya: Strategi Mengatur Cash Flow Bisnis Kuliner


Semoga artikel diatas bermanfaat dan bisa diterapkan pada bisnis kuliner Anda.

Akses berbagai program lengkap Foodizz: Online Class, E-Course, Buku, E-Book, dll untuk mendukung penambahan ilmu Bisnis Kuliner mu!


20 views