Bisnis Ghost Kitchen, Emang Sustain?

Pertanyaan seputar ghost kitchen pagi ini yang cukup menggelitik "apakah bisnis model ini akan sustain dan bertahan ke depannya?" Pertanyaan yang sejujurnya sangat sulit dijawab karena terkait Future Proof.

Di saat ini, memang Ghost kitchen menjelma jadi sebuah Business Opportunity yg sangat menarik untuk dikerjakan karena entry barier untuk memulainya tidaklah sesulit ketika kita memulai bisnis dengan memiliki outlet di mana dibutuhkan CAPEX (modal) yang tidak sedikit, blom lagi resikonya juga cukup besar untuk bisa gagal jika kita tidak paham berbagai hal terkait bisnis outlet ditambah model outlet ini juga butuh lokasi yang ok serta biaya sewa yang cukup tinggi kadang-kadang.


Nah, Ghost Kitchen ini menarik, mengapa? Yah karena sifatnya LOW CAPEX, tidak mensyaratkan punya lokasi yang mahal, tidak perlu ada tampilan fisik secara langsung, dapur juga bisa seadanya menggunakan dapur rumah, dan dengan semua kemudahan tersebut, kapan ajah kita bisa bukan konsep Ghost Kitchen ini.


Selain itu, siapa ajah bisa punya Ghost Kitchen, bisa dibilang tidak ada regulasi yang mengaturnya, cukup punya produk, lokasi dan beberapa kebutuhan administrasi khususnya untuk masuk ke Gofood/ Grabfood, selesai dah, selamat Anda menjadi pebisnis kuliner.


Sampe sini keliatan mudah bukan punya bisnis kuliner lewat konsep Ghost Kitchen? Seperti kata Mike Tyson, "semua punya rencana sampai muka Anda kena pukulan". Yup semua keliatannya mudah sampai Anda bertemu dengan realita klo JUALAN tidak semudah itu FERGUSO. Jangan membayangkan ketika sudah terdaftar di Gofood/Grabfood, kemudian semua menjadi kisah Cinderella, there no such of things.


Boro-boro sustain, mencapai target sales sendiri ajah mungkin seperti sesuatu yang lebih mirip angan-angan ketimbang impian, tapi meskipun misalnya semua berjalan dengan baik, sales terjadi, repeat terjadi, pertanyaan yang paling mendasarnya adalah, apakah semua ini akan SUSTAIN? Bukannya tiap hari banyak kompetitor baru muncul? Bukannya konsumen punya banyak alternatif delivery saat ini? Bukannya brand-brand gede sering buat promo yang bikin geleng-geleng kepala? Gimana ini?


Yah kembali lagi temen-temen foodpreneur, soal sustain atau tidak dari sedikit cerita di atas hanya waktu yang akan membuktikannya, tapi setidaknya kita tetap dong harus berusaha agar bisnis Ghost Kitchen kita bisa terus sustain. Apa ajah itu?


1. Brand Building

Membangun brand walaupun bisnis nya Ghost Kitchen, sifatnya adalah SUPER WAJIB. Brand membuat keputusan konsumen untuk membeli semakin pendek, semakin membuat pesaing kita jadi tidak relevan tentunya. Brand itu meninterupsi pikiran konsumen "Ah makan siang apa yah?" pas liat-liat tiktok tiba-tiba ada yang bahas Dapur GG, jadi lah langsung Gofood Dapur GG, padahal buka aplikasi juga blom sebelumnya, tapi kita sudah memutuskan untuk makan apa.


Jadi coba Brandnya dibangun melalui Social Media seperti IG, Tiktok, perbanyak liputan oleh Nano Influencer dan selalu pastikan brand kita EXIST dan terus mendapatkan Exposure.


2. The Discipline of Operational Expense

Ghost Kitchen harus menerapkan disiplin dalam biaya operasional, sehingga bisa memberikan harga yang lebih terjangkau untuk konsumen setelah ditambahkan biaya-biaya kirim / fee delivery, margin gofood/grabfood, packaging, dll. Ini harusnya jadi keunggulan dari Ghost Kitchen yang harus dimanfaatkan untuk bersaing dengan brand-brand yang memang menggunakan Outlet. Jika kita disiplin dengan biaya, maka kita bisa mengalokasikan budget untuk marketing dengan leluasa baik itu untuk program-program maupun untuk promo-promo.


3. Keep Innovating

Pemilik Ghost Kitchen wajib terus melakukan inovasi, khususnya dalam menu dan program promosi, buat kalender marketing yang detail, sehingga kita punya schedule untuk berbagai inovasi yang akan kita lakukan. Misalnya, meluncurkan varian produk baru dalam rangka XXXX, atau membuat program promo yang kreatif seperti Buy 1 Sedekah 1 dan berbagai inovasi lainnya yang poin utamanya kembali membuat BRAND kita EXIST dan selalu mendapatkan Exposure.


4. Alternatif Revenue

Pemilik Ghost Kitchen jangan pernah mengantungkan hidupnya dari 1 revenue seperti Gofood or Grabfood only, tapi bangunlah berbagai alternatif revenue yg mungkin cukup potensial untuk terus menjaga sustainabiliy dari bisnis kita. Misalnya, coba garap juga CATERING, BIG ORDER, RESELLER, dll.


5. CRM System

Terakhir, pastikan dalam setiap proses SALES yang kita jalankan, kita memiliki database konsumen kita sehingga kita bisa membuat program REPEAT BUYING, menghitung VALUE CUSTOMER, serta tentu membuat bisnis kita tidak tergantung oleh aplikasi orang lain di mana kita tidak bisa mengelola kembali database yang sudah membeli ke brand kita.


Dari mana mulainya? Minimal catatlah manual setiap konsumen yang membeli produk kita, atau ketika kita promosi dibuat LINK langsung masuk ke WA Business sehingga database konsumen langsung bisa kita miliki serta kita kelola ke depannya agar terjadi repeat buying dan lain sebagainya.


Nah Foodoreneur, kembali lagi apakah bisa sustain? Secara industri, apalagi sekarang terus Growth, ngapain capek-capek mikirain apakah bisa sustain atau tidak, mending alokasikan pemikiran dan upaya kita agar bisnis kita SUSTAIN dengan beberapa catatan di atas. Bener ga?


Yuk ah semangat, tuh HAUS Indonesia, jualan minuman 5.000 an ajah bisa jadi gede dan baru di invest loh 30 Miliar sama Venture Capital, mulainya dari mana? Dari Outlet kecil kok, jadi again SEMANGAT, bisa kok kita gedein bisnis kita asal mau terus belajar, berkolaborasi dan hustle.


Semoga bermanfaat


Foodizz

#KeepSharing

#SpreadKnowledge

#BisnisKuliner

#IndonesiaMaju


Buat yang mau belajar topik detail seputar kuliner silahkan langsung cek: https://www.foodizz.id/online-course

138 views0 comments

Previous Post

Baca berdasarkan Topik