8 Strategi Menurunkan Product Cost dalam Bisnis Kuliner


Salah satu cara menurunkan COGS / HPP, serta meningkatkan NET PROFIT bagi bisnis kuliner kita adalah dengan cara menurunkan PRODUCT COST yang kita jual ke konsumen.


Khususnya PRODUCT COST terkait dengan CORE MENU, yang artinya penjualannya besar dan marginnya tinggi, penurunan PRODUCT COST akan sangat signifikan memberi manfaat bagi bisnis kita khususnya tentu dalam meningkatkan NET PROFIT.


Sebgai contoh ajah, jika kita punya SAOS Keju dengan serving 100 gram modal nya 4.000, jika PRODUCT COST ini kemudian bisa diturunkan menjadi 3.000 maka kita akan mendapatkan tambahan NET 1.000 dari harga jual yang sama. Bayangkan jika SAOS keju misalnya dalam 1 bulan terjual 5.000 porsi, artinya ada penghematan 1.000 x 5.000 = 5.000.000 yang terjadi hanya karena kita berhasilkan menurunkan PRODUCT COST dari SAOS KEJU. Mantap ga tuh?


So, gimana sih caranya agar kita bisa menurunkan PRODUCT COST namun tetap yah dengan catatan tanpa menurunkan kualitas apalagi sampai merusak Brand kita. Yuk coba kita lihat 8 catatan bagaimana cara menurunkan PRODUCT COST di dalam bisnis kuliner. Siap .......... Let's go.


1. Negosiasi Vendor Eksisting


Salah satu cara menurunkan Product Cost (PC) adalah dengan melakukan negosiasi vendor untuk bisa mendapatkan penurunan harga. Temen-temen perhatikan beberapa hal penting dibawah ketika negosiasi dengan vendor sehingga kita bisa mendapatkan harga yang lebih baik.

- Beritahukan vendor rencana ke depan, misal kita akan buka 10 cabang sehingga mereka bisa berhitung benefit dan costnya, dan juga ada pressure untuk menurunkan harga tentunya.

- Kepastian jadwal pembayaran, ketika kita komitmen, tentu vendor akan lebih mau mensupport bisnis kita, salah satunya adalah dengan menurunkan harga.


2. Ganti Bahan Baku


Mengganti bahan baku juga merupakan opsi yang bisa digunakan untuk menurunkan PRODUCT COST, misalnya kita menggunakan bahan baku yang bisa menghasilkan volume lebih banyak ataupun menggunakan bahan baku yang memang lebih murah, tanpa mengorbakan kualitas dari produk kita.


3. Ubah Resep

Mengubah resep merupakan salah satu cara untuk menurunkan PRODUCT COST, namun kita perlu melakukan test / uji coba ke konsumen, khususnya jika yg diubah ini adalah produk CORE yang memang digemari oleh konsumen, jika tidak ada masalah kita bisa lanjutkan, namun kalau ternyata feedback dari konsumen tidak ok, maka jangan dilanjutkan, karena itu CORE PRODUCT.


4. Volume Pembelian


Secara prinsip negosiasi volume pembelian juga dapat mendorong vendor untuk menurunkan harga sehingga PRODUCT COST bisa turun, namun kita harus perhatikan detail terkait inventory dan cash flow, jika kedua hal ini bisa di tangani dengan baik, misalnya inventory akan habis sesuai target waktu, serta Cash Flow tidak menjadi masalah, then go on.


5. Mengurangi Proses


PRODUCT COST kadang-kadang cukup tinggi karena memang proses yang diperlukan untuk menghasilkan produk tersebut cukup kompleks dan panjang, misalnya kita memiliki SUP AYAM yang memerlukan waktu masak sangat panjang karena harus dengan api kecil dan ayamnya sangat empuk, kemudian juga perlu di sharing beberapa kali sehingga total-total membutuhkan waktu sekitar 8 jam. Nah, temen-temen bayangkan ga 8 jam itu berapa biaya SDM, berapa biaya listrik, berapa biaya GAS, dll yang akhirnya membuat PRODUCT COST menjadi cukup tinggi.


6. Outsource


Loh kok bisa outsource membuat PRODUCT COST jadi turun? Bukannya klo kita produksi sendiri PRODUCT COST harusnya lebih rendah? Nah temen-temen hati-hati di poin ini, definisi COST yang dimaksud harus betul-betul dihitung dan diperhatikan, mungkin secara produk jadinya misal 1 kg saos keju kita buat sendiri dengan 1 kg saos keju kita outsource lebih murah kita buat, tapi itu khan baru dari sisi bahan bakunya, gimana biasa SDM, Listrik, dan biaya lainnya?


Mengejutkannya lagi, karena tempat kita outsource misalnya sudah mencapai ECONOMIC OF SCALE, artinya kapasitas produksinya sudah maksimal, ternyata memang PRODUCT COST mereka lebih murah dengan spesifikasi yang sama, karena sebaliknya kapasitas produksi kita memang tidak maksimal.


7. Efisiensi biaya pendukung


PRODUCT COST juga bisa diturunkan dengan melakukan efisiensi di berbagai biaya lainnya, misal nya dari sisi SDM di mana biaya SDM dibayar berdasarkan produktivitas / hasil, bisa juga misalnya biaya pake listrik diganti pake gas. Jadi temen-temen coba cari dan pelajari biaya-biaya yang punya kontribusi di PRODUCT COST dan cari cara untuk menurunkannya.


8. Ganti Vendor


Yah ini mungkin cara yang paling sering dilakukan untuk menurunkan PRODUCT COST yaitu dengan mengganti VENDOR yang bisa memberikan harga lebih murah dengan kualitas yang sama. Namun temen-temen perlu diperhatikan mengganti vendor harus punya proses yang terstruktur dan dengan analisa yang detail terkait beberapa hal seperti apakah produk murah tersebut bisa di kontrak, apakah vendor punya track record yang jelas, dan apakah barang yang di supply nya stabil?


Nah semoga 8 poin di atas cukup memberikan gambaran buat temen-temen bagaimana caranya kita bisa menurunkan PRODUCT COST di dalam bisnis kuliner kita.


Semoga bermanfaat, selamat menikmati tulisan perdana di 2021 dari Foodizz.


Foodizz Team.


Foodizz

1st F&B Education Platform in Indonesia


https://www.foodizz.id/

Foodizz Youtube Channel: http://www.youtube.com/c/FoodizzChannel


#keepsharing

#keeplearning

#spreadknoweledge


*Buat temen-temen yang mau copas artikel silahkan ajah ga perlu minta izin asal mencantumkan sumber artikelnya yaitu www.foodizz.id/blog. Yuk hargai karya dan usaha orang lain dalam membuat konten"


#KontenPromo


Ingin bisnis bisnis total modal 200 juta

Investor setor full 200 juta

Investor dapet maksimal 20 persen saham

Berarti nilai bisnis kamu 1 miliar

Padahal blom mulai bisnisnya

Kok Bisa? Gimana Itungan VALUASInya?


Ikuti kelas 10X agar kamu bisa membuat valuasi bisnis dengan tepat dan membuat kamu tetap punya MAYORITAS kepemilikan di bisnis kamu walapun 100 Persen modal awal dari Investor. Daftar di link ini Daftar di link ini


Dapatkan juga template bisnis valuasi sehingga kamu tidak perlu repot mencari format excell untuk membuat valuasi bisnis.


Sumber Gambar: Pexels.com


205 views0 comments

Previous Post

Baca berdasarkan Topik