Black Friday Clothing Sale Leaderboard.j

6 Penyebab Omset Tercapai tapi Profitnya ga ada, kemana uangnya yah?

Ketika pertama kali membuat bisnis, pasti kita sudah punya tuh yang namanya Target Revenue (Omset), Target COGS (Harga Pokok Penjualan), Target Opex (Biaya Operasional), dan singkatnya ada Target Profit.


Nah, tapi kadang setelah bisnis jalan ada kondisi di mana OMSET tercapai nih, tapi pas cek CASHnya kok kosong yah, malah MINUS setelah direkap semua hutang-hutang. Padahal secara itung2 an harusnya PROFIT nih dengan omset segitu.

Kok bisa, terus kemana "PROFIT" yang harusnya terjadi, kemana duitnya kok bisa ga ada yah? Btw klo omset ga tercapai terus ga ada DUIT nya ya ga usah di bahas yah karena memang ga tercapai omsetnya yah jadi pasti ora ono duitnya.


1. DUITnya jadi STOCK BAHAN BAKU


Nah ini istilahnya Over Stock, karena bisa jadi salah proyeksi bahan baku or bahkan yang lebih parah sebenernya karena tidak punya proyeksi belanja bahan baku, jadi pake feeling aja belanjanya, sehingga akhirnya membuat kebanyakan stock padahal tidak diperlukan.


Solusi

- Wajib di buat projection belanja mingguan

- Inventory management harus terencana dan di kontrol dengan ketat

- Lakukan evaluasi secara rutin

- Dibuat target belanja dan pengeluaran uang secara ketat


2. DUIT nya Hilang di PEMBOROSAN BAHAN BAKU


Dalam proses produk di konsumsi oleh konsumen, sering sekali karyawan tidak mengikuti SOP penyajian sehingga terjadi pemborosan dari sisi bahan baku, khusus nya produk-produk yg harus ditimbang terlebih dahulu, apalagi jika produk-produk ini COGS nya cukup tinggi, misalnya daging protein.


Solusi:

- Single Packaging

- SOP detail

- Target COGS plus Reward & Punishment


3. Biaya Operasional MEMBENGKAK


Setiap biaya operasional harus di planning dan diatur secara ketat, karena jika tidak biaya operasional bisa membengkak yang pada akhirnya membuat Profit kita berkurang atau hilang sama sekali. Misal, jika kita bisnis ayam goreng, terus warmer (pemanas) nya tidak dimatikan ketika tutup outlet, sehingga membuat beban biaya listrik naik atau karyawan tidak diatur shift-shift an dengan tepat, sehingga akhirnya memerlukan banyak tambahan karyawan.


Solusi:

- SOP setiap detail operasional

- Check list setiap detail cost dan penanganannya

- Target OPEX, disertai dengan reward dan punishment


4. Salah buat Business Projection sejak awal


Jadi antara revenue, cost, dan profit memang sejak awal secara numbers udah salah karena bisa jadi memang ownernya ga paham soal keuangan, sehingga semua dibuat berdasarkan feeling ajah, nyatet segala sesuatunya juga pake corat-coret di buku ajah, dan juga mengelola duitnya hanya pake unsur "kepercayaan".


Solusi:

- Cari mentor or belajar ilmu soal mengatur keuangan

- Segera mungkin dibuat business projection yang betul dan terencana

- Atau cari profesional "karyawan" yang bisa dipercaya


5. DUITnya dipake 'tanpa sadar" untuk kepentingan PRIBADI.


Nah, klo ini udah yang paling ERROR dah, duit ilang karena dipake-pake untuk urusan di luar bisnis, biasanya ini rekening pasti nyatu atau memang ownernya tidak disiplin dalam memisahkan keuangan pribadi dan bisnis.


Solusi:

- Pisahkan keuangan pribadi dan bisnis SEKARANG

- HARAM hukumnya pake duit perusahaan untuk urusan pribadi


6. BAHAN BAKU hilang secara GHOIB


Hehe, yah bahasa gampangnya banyak bahan baku hilang karena hal-hal tidak bertanggung jawab seperti dicuri, dimakan dan lain-lain. Hal ini biasanya akan berlarut-larut jika kontrol kita memang tidak ketat sejak awal dari sisi inventory misalnya, dan juga dari sisi "spiritual" karyawan tidak pernah di training.


Solusi:

- Sistem harus dibuat (Inventory, Control, SOP, Reward & Punishment)

- Training spiritual, tanggung jawab dan amanah, percaya deh ini powerfull

- Kontrak kerja yang tegas soal pencurian dan sejenisnya

- Dari sisi perusahaan juga berlaku adil dan penuhi hak-hak karyawan dgn baik


Nah, semoga 6 tips di atas bisa membantu temen-temen foodpreneur, biar ga lagi muncul pertanyaan, "LOH DUITNYA KOK GA ADA YAH".


Silahkan di share artikel ini ke mana pun yang penting cantumkan sumbernya dari Foodizz. Semoga bermanfaat.





58 views0 comments

Previous Post

Baca berdasarkan Topik