6 Aliran Memulai Bisnis, Kamu Aliran yang mana?


Banyak sekali pertanyaan seperti ini muncul di berbagai kesempatan, baik itu kegiatan workshop ataupun pertanyaan yang langsung dikirim via social media. "klo mau usaha mulai dari mana yah kira-kira?". Pertanyaan seperti ini kadang keliatan memang pertanyaan sederhana, sangat umum dan sering sekali ditanyakan memang, tapi pada prateknya kadang sulit juga memberikan jawaban yang pasti dari mana sebetulnya usaha harus dimulai, banyak sekali teori dan nasihat terkait hal ini.


Tidak ada ya salah atau benar mutlak dari berbagai hal yang akan coba kita paparkan dibawah, karena setiap poin salalu ada contoh yang sukses ataupun tidak, sehingga poin-poin tersebut lebih bersifat pengetahuan yang bisa dijadikan pemikiran ketika kita akan memulai usaha tentunya yah.


Coba kita lihat beberapa nasihat / teori ataupun cara bagaimana memulai usaha yang sudah lazim dan sering dipraktekan oleh banyak pengusaha.



1. Aliran Mulai Ajah Dulu (Mokat, Modal Nekat, Modal Dengkul)


Penganut paham ini klo mau usaha yah yang penting START NOW, mau usaha apapun NIATKAN dan jalankan, lihat ajah dulu apa yang kita bisa, peluang apa yang ada atau potensi di depan mata yang ada untuk diSIKAT dan dijalankan SEGERA. RESIKO, yah biasalah, klo gagal yah jadikan cambuk untuk lebih termotivasi, belajar lagi, sehingga akhirnya nanti bisa sukses. Paham ini lebih menekankan untuk kita segera DO ACTION karena memang kadang jadi pengusaha itu based on pengalaman saya sendiri yah mulai ajah dulu sih, tapi mungkin ada beberapa hal yang akan menjadi catatan di bawah.



2. Aliran Feasibility Study


Nah penganut ajaran ini biasanya semua diperhitungkan dengan matang, dibuat perencanaan yang detail, mulai dari potensi pasar, revenue, profit, BEP, Pay Back Period, dan bahkan sudah diperhitungkan akan growth seperti apa 5-10 tahun ke depan jika skenario jalan, dan bagaimana opsi jika ternyata bisnis tidak berjalan sesuai rencana atau misalnya harus tutup. Biasanya aliran ini sangat kuat detail business plan nya sehingga ketika bisnis dimulai mereka akan sangat PLAN BASED.


Baca Artikel Menarik Lainnya: Break Even Point x Payback Period dalam Bisnis Kuliner, Hmm beda yah?


3. Aliran Motivasi dan Workshop


Nah aliran ini sangat terdorong untuk memulai usaha ketika mereka sudah rajin mendapatkan motivasi, ikut workshop sana sini untuk lebih "meyakinkan diri mereka sendiri" bahwa "KAMU BISA" "ilmumu udah cukup". Nah tapi kadang ada yg terjebak jadi "Peserta Workshop Rutin" atau bahkan malah terjebak jadi "bisnis workshop" jual lagi materi yang didapat ke orang lain, yah bisa dibilang MULAI USAHA juga sih.. ga salah hehe.



4. Aliran Kepepet


Aliran keempat ini merupakan aliran "ga ada jalan lain", mereka memulai usaha karena yah harus usaha. Alasannya bisa macam-macam sih, misal kalo dari kuliah udah desperate tuh sama kuliah, IPK sudah tidak terselamatkan, mau kerja ga ada yg terima, jadi yang kepepet bikin usaha ajah. Ada juga yang mungkin gara-gara kena PHK sehingga tidak ada pilihan lagi dalam waktu dekat harus segera ada nafkah baru ya mulailah usaha. Ada juga yang "membuat" dirinya kepepet, misal resign kerja karena pengen hijrah, nah pilihan tercepat yang buka usaha.



5. Aliran Bebas Finansial


Nah klo ini memulai usaha yah karena memang secara finansial mampu, serta keinginan untuk memulai usahanya juga besar, jadi basically tidak ada masalah dengan uang klo model ini untuk memulai usaha, poin penting yang perlu sekali diperhatikan adalah jangan terjebak karena "uang gampang" kemudian melupakan banyak hal seperti ilmu, komitmen, dan motivasi.


Ini banyak saya temui nih, secara finansial tidak ada problem, cuma kombinasinya dengan "mulai aja secepetnya", sehingga ujung-ujung nya bubar setelah 1-2 tahun dengan meninggalkan kerugian miliaran, yah ga masalah juga mungkin yah hehe..



6. Aliran Mentor Bisnis


Nah aliran ini memulai karena dibimbing oleh mentor bisnis, sehingga muncul percaya diri bawah bisnis akan berjalan lebih lancar dan mulus karena sudah ada yang membimbing. Buat saya ini poin yang sangat bagus untuk memulai bisnis ketika ada pembimbing karena banyak transfer knowledge dan wisdom yang bisa kita dapat terkait dunia bisnis tentunya. Paling pastikan ajah memang mentornya adalah orang yang tepat dan kompeten di bidangnya.



Nah mungkin pertanyaan klo Akang dari mana Kang? To be honest waktu pertama kali memulai bisnis disekitar 2004 boleh dibilang saya aliran no.1, mulai ajah dulu (modal nekat), ilmu ga ada, pengalaman ga ada, mentor ga ada, duit ga ada, haha.. dan akhirnya yah berlika-liku, banyak utang, susah, jatoh (bangun) jatoh (bangun) jatoh lagi (bangun lagi), dst. Mungkin hampir 17 tahun nih menjalankan bisnis. Tapi 17 tahun, mau proses selama ini?


So bagaimana? Ah jaman sekarang enak kok, dunia usaha tumbuh luar biasa saat ini, dunia informasi, edukasi dan support system dunia usaha juga tumbuh sangat luar biasa, ga ada tuh jaman saya workshop-workshop seperti di Foodizz ini tentang bagaimana memulai usaha dari Nol, atau workshop, mentoring, dll sehingga akses kita untuk memulai usaha sangat banyak dan lengkap, karena itu jika ditanyakan ke saya sekarang "memulai usaha dari mana" saya lebih cenderung selalu menganjurkan cari ILMUnya dulu melalui mentor, workshop, magang, dll.


Udah nonton Wiro Sableng kan, nah kebayang ga kalo ujuk-ujuk turun gunung terus nantang Mahesa Birawa yg ilmunya sudah sangat sakti, sudah banyak pengalaman bertarung dengan banyak pesilat dan blom lagi sadis banget, yah konyol, udah berlatih ajah masih kalah juga kok pas one on one, nah itu kelak yang akan kita hadapi di dunia bisnis sehingga tanpa ilmu, tanpa bimbingan akan sangat riskan untuk kita memulai usaha saat ini dalam bidang apapun.


Wah lama dong Kang, ah siapa bilang, seperti tadi saya bilang, akses udah sangat banyak, yg mau berbagai udah banyak banget, tinggal niat kita untuk mencari, belajar, mendapat bimbingan, kemudian memulai, ga lama juga kok mungkin step back 3-6 bulan untuk belajar, baru kemudian dengan modal ILMU turun gunung untuk bertarung. Setidaknya dengan ILMU, kita mengurangi resiko gagal daripada memulai tanpa ilmu sama sekali.


Ingat, dunia usaha itu bukan menggunakan analogi "ceburin dulu ajah ke kolam renang biar sambil jalan belajar" tapi dunia bisnis itu "lautan luas yang tidak bisa kita prediksi" mau nyebur dulu? Keburu mati klo ga bisa renang, jangan khan digigit hiu (pesaing), jangan-jangan mati nya karena masalah sepele GA BISA BERENANG jadi KELELEP, udah pernah nyobain kelelep air laut? Beda saya jamin dengan kelelep air kolam renang.



Semoga bermanfaat untuk para foodpreneurs!


Foodizz

1st F&B Education Platform in Indonesia.

www.foodizz.id


Buat temen-temen yang mau belajar lebih detail bagaimana MEMULAI BISNIS KULINER DARI NOL, nah coming soon Maret 2021 kelas MBK 16 Foodizz akan hadir dengan format OFFLINE (di Bandung) dan ONLINE (bisa di mana ajah). Siapa yang pernah ikut kelas ini? BANYAKK, sudah 16 MBK loh dan banyak owner bisnis kuliner yang sudah sukses pernah ikut di kelas-kelas Foodizz seperti HAUS, Waroeng Steak, TEGUK, TUGU JOGJA & LAPIS BOGOR, Master Penyet, Mr. Suprek, Mie Gacoan, Capital Bakery, dan ribuan lainnya.


So, jangan terlewat di kelas MBK 16 kali ini, banyak ILMU UPGRADE, STUDI KASUS, serta MENTORING ONLINE 10x setelah selesai kelas dan dapet bocoran 5 bisnis yang bisa jadi bisnis miliaran yang bisa temen-temen jalankan. Daftar di link ini


Jangan ketinggalan peluangnya.


#keepsharing

#keeplearning

#spreadknoweledge

#kulinerindonesia


*Buat temen-temen yang mau copas artikel silahkan ajah ga perlu minta izin asal mencantumkan sumber artikelnya, yaitu www.foodizz.id/blog. Yuk hargai karya dan usaha orang lain dalam membuat konten"


Sumber Gambar: Unsplash.com


178 views0 comments

Previous Post

Baca berdasarkan Topik