Black Friday Clothing Sale Leaderboard.j

4 Kunci Penting Untuk Bisa Memiliki Karyawan Handal


Salah satu tantangan bagi pebisnis kuliner adalah bagaimana mengelola karyawan dengan baik, terkadang kita merasa bingung karena merasa bahwa kita sudah memperlakukan karyawan dengan baik tetapi kenapa karyawan masih saja sulit berkembang, bahkan pada akhirnya karyawan tersebut memiiki performa yang tidak baik, sehingga membuat banyak pekerjaan memiliki hasil tidak sesuai dengan yang kita inginkan.


Kali ini kita akan membahas beberapa hal yang dapat kita lakukan supaya kualitas dari karyawan kita baik dan juga bisa terus berkembang sejalan dengan perkembangan bisnis yang kita miliki.



Pertama. Tetapkan target pekerjaan & spesifikasi karyawan


Mari kita bahas sebuah analogi, kira -kira tembok bata dibandingkan tembok yang terbuat dari kayu itu lebih bagus mana? Jawabannya tergantung, jika kita membangun rumah yang anti gempa tembok kayu akan lebih aman untuk dibuat rumah tetapi jika kita ingin membangun rumah yang yang kokoh dan kedap suara tembok bata akan menjadi lebih baik.


Begitu pula jika kita akan memilih karyawan yang tepat untuk binsis kita, sebelum kita melakukan perekrutan, tahap pertama yang perlu kita lakukan adalah mengidentifikasi terlebih dahulu goal yang ingin kita dapatkan dengan memasukan karyawan tersebut. Dari goal yang kita inginkan, kemudian perlu kita jabarkan detil kualifikasi kemampuan teknis dan non teknis yang dibutuhkan, agar target/tujuan yang kita inginkan itu dapat dikerjakan dan tercapai dengan baik.


Dengan demikian kita bisa tahu pasti kualifikasi dan spesifikasi dari setiap karyawan yang kita rekrut, sehingga potensi karyawan yang kita rekrut dapat menyelesaikan pekerjaan dan berkembang menjadi lebih besar.



Kedua. Training berkelanjutan


Salah satu hal yang membuat karyawan kita sering gagal dalam menjalankan pekerjaannya, karena mereka mengerjakan sebuah pekerjaan yang belum dikuasai ilmunya. Oleh karena itu memberikan pekerjaan tanpa terlebih dahulu memberi training kepada karyawan memiliki resiko yang sangat besar sekali dari kedua belah pihak, dari sisi perusahaan, tentunya resiko kegagalan ini berdampak pada hilangnya peluang dan waktu terbuang yang sangat besar, selauin itu dari sisi karyawan pun jika mereka sering gagal dalam menjalankan pekerjaannya, tentunya akan menciptakan perasaan tidak percaya diri dan bisa berakibat pada perasaan depresi, hal ini pada akhirnya membuat kita kehilangan potensi aset masa depan, karena karyawan kita terlanjur stress dan mengalamai demotivasi


So gimana dong? Masak ga boleh kasih kerjaan yang lebih berat buat karawan gw? Gimana mau berkembang kalau gini caranya? Wait, jangan salah nangkep dulu. Tentunya kita wajib kasih pekerjaan yang menantang buat karyawan kita dengan level yang terus meningkat setiap waktu. Tetapi sebelum kita beri mereka pekerjaan itu kita harus memberikan trainng sebagai bekal karyawan kita untuk menyelesaikan pekerjaannya.


Training ini harus berkelanjutan, terus dilakukan sesuai dengan level kualifikasi yang terus meningkat juga sesuai dengan tingkat pekerjaan yang semakin sulit. Perlu juga dilakukan recall training (training pengulangan) yang bertujuan untuk refreshment dan mengkalibrasi kemampuan dari tim kita.



Ketiga. Sistem kerja yang jelas


Sebuah tim sepak bola yang isinya pemain top, akan sulit memenangkan pertandingan jika pelatih tidak menyiapkan sistem permainan yang bersinergi yang dipahami pleh semua pemainnya. Begitu juga dalam sebuah organisasi, hanya berharap pada kemampuan karyawan saja secara individu tidak akan menjamin sebuah pekerjaan bisa terselesaikan dengan baik. Karyawan harus bekerja dalam sebuah sistem kerja yang jelas.


Sistem kerja yang jelas akan menjadi sebuah panduan kerja yang memudahkan setiap karyawan dalam perusahaan bekerja, berkoordinasi, dan menjalankan inisiatif lapangan yang efektif dan efisien.


Sistem kerja tidak hanya cukup ada, tetapi juga harus dipahami, dalam artian setiap karyawan harus tahu tujuan yang ingin dicapai bersama oleh perusahaan. Mereka harus tahu juga peran masing-masing dalam pencapaian tujuan, selain itu mereka juga perlu tahu bagaimana sinergi yang diperlukan antar divisi/personal sehingga mereka bisa kerja bahu-membahu dengan arah yang sama dan jelas (tidak punya mentalitas silo).


Dengan demikian peningkatan kualitas individu/tim akan terbangun secara bertahap karena ada proses saling belajar yang berkelanjutan dan kepercayaan diri akan terbentuk karena milestone kesuksesan yang dicapai bersama.



Keempat. Evaluasi & feedback


Yang terakhir, setiap pekerjaan memerlukan penilaian, apakah hasil pekerjaan sudah sesuai yang diharapkan, dibawah standar yang diinginkan, atau diatas target yang sudah ditetapkan. Dari hasil penilaian performa yang di dapat, kita harus analisis apa penyebabnya.


Jika hasilnya tidak sesuai target, identifikasi penyebab kegagalan bisa dijadikan dasar untuk improvement program untuk karyawan bersangkutan, atau jika problem nya adalah individunya bisa sampai dengan proses evaluasi karyawan. Namun jika hasil yang dicapai di atas target yang diharapkan, hasil analisis penyebabnya bisa kita jadikan dasar untuk membuat program duplikasi yang menjadikan standar karyawan yang lain bisa sama.


Nah itulah 4 hal yang perlu kita perhartikan untuk memasti8kan karyawan yang bekerja untuk brand kita dpat bekerja secara efektif dan terus berkembang sejalan denga perkembangan binsis yang kita miliki.


Semoga Bermanfaat.


Foodizz

1st F&B EduTech

Belajar Kuliner ... Yah di Foodizz.


Coming Soon, Foodizz Online Class 12:

20 LOW BUDGET HIGH IMPACT MARKETING PROGRAM, kelas wajib nih yang sales nya mentok, mau naikin sales tapi budget mentok atau yang salesnya udah ok, tapi bisa cost jadi lebih murah. Yuk segera join kelasnya di link ini. Asiknya lagi bakal ada 4x group mentoring langsung bareng speakernya.


#keepsharing

#keeplearning

#spreadknoweledge

#kulinerindonesia


*Buat temen-temen yang mau copas artikel silahkan ajah ga perlu minta izin asal mencantumkan sumber artikelnya, yaitu www.foodizz.id/blog. Yuk hargai karya dan usaha orang lain dalam membuat konten.


Sumber Gambar: Unsplash.com


510 views0 comments

Previous Post

Baca berdasarkan Topik