15 Catatan Penting Kalo ingin Kongsi / Partneran Bisnis


"Apa ajah yang perlu diperhatikan jika kita kongsi / partneran dalam berbisnis biar nanti tidak muncul masalah di waktu yang akan datang"


Wah bicara kongsi atau partner tentu banyak sekali poin yang perlu temen-temen perhatikan, dan kadang beberapa hal sering kali malah diabaikan, padahal akan menjadi kunci penting di depannya. Biasanya dealing dengan partner atau kongsinya cuma bahas itung-itungan bisnisnya ajah, gimana bisa mencapai itungan tersebut, dan berapa dana yang dibutuhkan, setelahnya TTD kongsian.


Eittss.. tunggu dulu, itu masih jauh dari cukup temen-temen, masih banyak hal yang harus disepakati sebelum akhirnya tanda tangan kerjasama, dan ini sangat penting karena hal inilah yang biasanya menjadi pemicu muculnya konflik di waktu yang akan datang.


Apa ajah itu? Coba yuk kita lihat 12 catatan penting yang perlu diperhatikan oleh temen-temen semua.



1. PURPOSE / TUJUAN


Penting sekali untuk kita membahas apa tujuan dari bisnis yang akan dijalankan, apakah uang, apakah give back, apakah social, apakah hanya jadi perantara tujuan pribadi yang lebih besar. Mengapa? karena setiap orang punya PURPOSE yang berbeda, baik itu soal MATERI, maupun soal NON MATERI, sehingga hal ini perlu dibicarakan dari HATI KE HATI apakah antara sesama partner punya PURPOSE yang sama soal menjalankan bisnis. Jika sama, maka jalan, jika tidak, sehebat apapun orang-orangnya, sebaiknya tidak usah jalan bareng.



2. KOMITMEN


Penting sekali kita membahas komitmen setiap orang yang akan join bisnis bareng, komitmen apa?

  • Untuk fokus membangun binsis yang dijalankan

  • Komitmen waktu dalam menjalankan bisnisnya, baik waktu untuk terus ada di dalam perusahaan dalam jangka menengah atau panjang, maupun waktu sehari-hari (full time).

  • Komitmen untuk memberikan modal, tenaga, dan usaha terbaik bagi perusahaan, serta menjadikan perusahaan sebagai bagian dari kehidapan sehari-hari dan juga tempat kita menggantungkan hidup.



3. KONSEKUENSI


Kita harus juga membahas soal konsekuensi jika komitmen yang disepakati dilanggar, apa konsekuensinya? Semua detail soal ini harus juga disepakati sebelum kerjasama berjalan.


Contoh:

Jika bertiga misalnya, salah satu dalam waktu 1 tahun ingin mengundurkan diri, padahal komitmen bersama harus stay membangun perusahaan minimal 8 tahun, gimana konsekuensinya? Sepakati dan diskusikan dari awal semua kemungkinan di mana komitmen dilanggar beserta konsekuensinya, tuangkan secara tertulis, kemudian jadikan itu bagian AD/ART dari perusahaan yang dibentuk.


Misal, yang keluar di bawah 8 tahun harus menyerahkan kembali SAHAM (menjual) dengan nilai NOL. "Wah khan saya udah kontribusi 1 tahun di sini" yah betul .... tapi tidak KOMITMEN sesuai dengan apa yang sudah disepakati, jangan dicampur aduk.



4. KONFLIK yg MUNCUL


Apa yang harus dilakukan ketika konflik terjadi? Nah hal ini juga harus dibahas sejak awal sebelum pendirian perusahaan. Bagaimana aturan yang kita sepakati ketika misalnya terjadi konflik di dalam menjalankan bisnis. Secara aturan sebetulnya perusahaan punya mekanisme sendiri jika terjadi ketidak sepakatan yaitu RUPS, tapi kadang konflik lebih dari sekedar bisa diselesaikan di RUPS, nah buatlah kesepakatan yang jelas soal ini sampai kemungkinan terburuk misalnya ada yang mau keluar atau melepas sahamnya, gimana aturan mainnya?



5. ALOKASI UANG


Bagaimana jika suatu saat Net Profit dan Cash Flow besar? Apakah mau dibagikan bulanan? tahunan? Ada alokasi apa lagi yang diinginkan, misalnya beli aset untuk owner. buat jalan2, ato buat dikembalikan ke masyarakat? Ato bahkan buatnya dialokasikan buat gedein bisnis lagi or invest di bisnis baru? Buat kesepakatan yang jelas karena sikap setiap orang terhadap uang dan motifnya bisa sangat berbeda-beda loh temen2 kuliner jadi jangan dianggap sepele soal ini. Baik itu lagi banyak duit maupun ga ada duit, atur semua.



6. KONDISI SPESIAL


Bagaimana misalnya jika salah satu sakit dan harus berhenti cukup lama dari perusahaan? Apakah HAK nya hilang? Padahal ini kondisi spesial bukan karena tidak ada komitmen, atau misalnya kamu di minta jadi Menteri Kabinet, nah loh khan harus keluar dari perusahaan, terus gimana kesepakatan soal komitmen menjalankan perusahaan bareng selama 8 tahun? Ini contoh ajah yang perlu jadi bahan pertimbangan nantinya namun perlu dibahas saat kita membuka bisnis bareng.



7. KEPUTUSAN BISNIS


Kembali lagi, pada dasarnya keputusan bisnis harusnya sudah diatur secara otoritas di dalam PT, mulai dari apa yang bisa diputuskan oleh Direktur Utama / CEO, sampai otorisasi di mana keputusan bisnis harus melalui pemegang saham, namun kadang ketika kita memulai bisnis bareng-bareng sehingga soal otoritas dan aturan sering kali setiap orang merasa ABOVE the rule yang membuat perusahaan jadi tidak bisa berjalan secara profesional.



8. INVESTOR BARU


Apakah suatu saat kita akan menginvite atau mendatangkan investor baru? Hal ini juga penting sekali untuk dibahas diawal, termasuk investor seperti apa yang akan kita sepakati, berapa besar yang ingin kita lepaskan untuk investor tersebut, dan berbagai hal terkait kelak adanya investor baru. Blom tentu semua setuju dengan keputusan seperti ini, sehingga sangat penting adanya kesepakatan soal ini, walaupun pada akhirnya ada kondisi yang memang diputuskan melalui RUPS walaupun ada yang tidak menyetujui ide ini.



9. ARAH PENGEMBANGAN BISNIS


Mau dibawa ke mana bisnis di masa depan? Kemitraan, funding, exit, membangun aset, atau arah lain yang terkait dengan pengembangan bisnis, diskusikan dan bahas sejak awal karena setiap owner biasanya punya pemikiran sendiri-sendiri terkait arah pengembangan bisnis, sehingga jika ke depannya terjadi dead end, atau konflik terkait pengembangan bisnis, kita sudah punya solusi dan kesepatakan.



10. KOMITMEN SOSIAL


Apa keinginan setiap partner bisnis terkait GIVE BACK? jangan pernah melewatkan pembahasan hal ini karena bisa jadi setiap keinginan berbada atau bertolak belakang. Misalnya ketika kita mendapatkan perusahaan kita punya kelebihan, kita ingin melakukan GIVE BACK, misalnya dengan membangun Sekolah AlQuran, tapi ternyata partner kita yang lain lebih cenderung ingin GIVE BACK nya ke lingkungan hidup atau keluarga dekat, sepele kelihatannya, namun sebainya hal ini disepakati sejak awal apalagi jika ternyata soal GIVEBACK / komitmen sosial ini menyangkut hal yang sangat prinsip.



11. TATACARA BAGI HASIL


Bagi hasil jika ada berapa persen dibagikan? Setiap kapan dibagikan? Bahas dengan detail sejak awal agar tidak muncul potensi konflik, misalnya 1 orang inginnya dibagikan rutin setiap bulan karena dia ingin menikmati hal ini namun yang lain inginnya ditahan agar bisa membuat bisa lebih berkembang.



12. PENILAIAN KERJA


Siapa bertanggung jawab apa, punya hak dan kewajiban apa, dan bagaimana jika ternyata kinerjanya buruk? Apakah owner bisa dipecat? Bisa dievaluasi? apakah mungkin dipotong gaji karena kinerja tidak tercapai? Bagaimana mekanisme penilaian kerjanya? Jangan sepelekan hal ini, bahas dengan detail dari awal, karena jika tidak ini salah satu potensi konflik di dalam perusahaan.



13. KESEPAKATAN AKIDAH


Salah satu owner inginnya semua karyawan misalnya mengikuti kajian agama rutin, yang satu lagi merasa jangan terlalu dibawah ke arah agama budaya bisnis nya, jika hal ini tidak dibahas sejak awal bisa jadi akan muncul masalah satu saat nanti, karena hal ini agak sensitif dan terkait keyakinan dan prinsip. Bahas saja sejak awal, jika tidak setuju kemukakan mengapa, jika pada akhirnya setuju berarti semua komitmen untuk hal tersebut.



14. KETERLIBATAN KELUARGA


Apakah keluarga boleh terlibat dalam organisasi? BAHAS, jgn dientar-entar karena keluarga dalam bisnis itu selalu punya "something" baik itu hal positif maupun negatif. jika misalnya BOLEH, ok apa aturan mainnya? Apakah bisa diperlakukan secara profesional? Misalnya bisa di pecat dari pekerjaan? Pastikan hal seperti ini clear di awal.



15. ORGANISASI PROFESIONAL


Apakah organisasi akan dijalankan secara profesional? Atau semi profesional di mana masih ada "perlakuan" khusus untuk owner dalam berbagai hal, misalnya bisa cuti 1 bulan asal yang lain sepakat, bisa menggunakan fasilitas perusahaan untuk keperluan pribadi, atau semua harus BY THE RULE, RIGID / KAKU harus semua mengikuti atuan main yang jelas sampai hal paling kecil seperti jam masuk kerja, absensi, dll.


Nah temen-temen pebisnis kuliner, 15 hal di atas semoga bisa menjadi catatan yang bisa dipertimbangkan ketika temen-temen akan memulai kongsi / partneran dalam menjalankan bisnis. Aturan dibuat bukan untuk jadi "ga asik" tapi justru aturan dibuat dan disepakati biar jalanin bisnisnya jadi ASIK, karena semua sudah JELAS dan CLEAR sejak awal. Jika ada catatan lain, silahkan ditambahkan sehingga banyak yang bisa mendapatkan manfaat dari artikel kali ini.


Semoga bermanfaat untuk para foodpreneurs!


Foodizz

1st F&B Education Platform in Indonesia.

www.foodizz.id


Buat temen-temen yang mau belajar lebih detail bagaimana MEMULAI BISNIS KULINER DARI NOL, nah coming soon Maret 2021 kelas MBK 16 Foodizz akan hadir dengan format OFFLINE (di Bandung) dan ONLINE (bisa di mana ajah). Siapa yang pernah ikut kelas ini? BANYAKK, sudah 16 MBK loh dan banyak owner bisnis kuliner yang sudah sukses pernah ikut di kelas-kelas Foodizz seperti HAUS, Waroeng Steak, TEGUK, TUGU JOGJA & LAPIS BOGOR, Master Penyet, Mr. Suprek, Mie Gacoan, Capital Bakery, dan ribuan lainnya.


So, jangan terlewat di kelas MBK 16 kali ini, banyak ILMU UPGRADE, STUDI KASUS, serta MENTORING ONLINE 10x setelah selesai kelas dan dapet bocoran 5 bisnis yang bisa jadi bisnis miliaran yang bisa temen-temen jalankan. Daftar di link ini


Jangan ketinggalan peluangnya.


#keepsharing

#keeplearning

#spreadknoweledge

#kulinerindonesia


*Buat temen-temen yang mau copas artikel silahkan ajah ga perlu minta izin asal mencantumkan sumber artikelnya, yaitu www.foodizz.id/blog. Yuk hargai karya dan usaha orang lain dalam membuat konten"


Sumber Gambar: Unsplash.com


364 views0 comments

Previous Post

Baca berdasarkan Topik