11 Langkah Praktis Memulai Social Media Dalam Bisnis Kuliner


Social media saat ini memegang peranan sangat penting di dalam bisnis kuliner, baik itu yang baru akan memulai bisnis kuliner maupun yang sudah berjalan bisnisnya. Tantangannya SOSMED ini selalui berkembang dan update, bulan lalu mungkin tidak banyak yang tau soal Clubhouse, sekarang tiba-tiba menjelma jadi salah satu sosmed yang lagi tren banget.


3 tahun lalu mungkin klo bicara soal TIKTOK banyak yang sependapat klo ini mainannya anak "alay" sekarang coba liat, mungkin temen-temen semua sepakat hampir semua bisnis kuliner yang VIRAl banyak berasal dari TIKTOK, baik itu di endorse maupun VIRAL secara konten yang memang kuat.


Apa yang terjadi jika pebisnis kuliner tidak menggunakan social media untuk membangung Traffic, Brand, story, dll nya?

  • Bisa jadi brand temen-temen tidak relevan lagi

  • Konsumen tidak AWARE / atau TAU kalo ada brand temen-temen

  • NO BRAnd, NO SALES, NO PROFIT

  • Tidak ada kebanggaan kerja di bisnis temen-temen

  • Kompetitor siap kapanpun menendang kita keluar arena


Siap dengan semua konsekuensi tersebut? "Ah ada tuh yang udah lama di daerah saya rame-rame ajah sejak dulu, ga pernah promosi" ..... "LEGEND mah beda bro, brand nya sudah kuat dan dibangun dari loyalitas dan WOM sejak dulu, lah bisnis ente memangnya sama dengan legend itu?".


Temen-temen selalu ada anomali dan pengecualian dalam bisnis ini. tapi secara umum yah bisnis berjalan sesuai polanya, termasuk di dalamnya jika target market temen-temen Gen Z dan Milenial, behavior nya penggunana SOSMED, yah mesti wajib menggarap SOCIAL MEDIA, jika tidak, yah silahkan dicoba-coba.


Setuju yah SOSMED penting .... Nah pertanyaan gimana memulainya, apa yang harus disiapkan sehingga nanti dalam menggarap SOSMED nya bisa maksimal dan optimal serta mencapai objectives yang kita inginkan, tentunya baik terkait dengan brand, sales maupun growth perusahaan. Yuk coba kita lihat 11 langkah di bawah:



1. Pahami NUMBERS & OBJECTIVES perusahaan


Sebelum memulai tentu kita harus punya NUMBERS yang ingin kita capai ketika membuat atau memulai bisnis kuliner, semua numbers ini biasanya ada di dalam business plan ..... masalahnya punya ga business plan nih temen-temen? Anggap ajah punya yah, nah ada beberapa Number penting yang temen-temen harus punya dengan jelas.

  • Omset (Total Sales)

  • COGS (Harga Pokok Penjualan)

  • Opex (Biaya Operasional)

  • Net Profit (Laba Bersih)

  • EBITDA (Pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi)

  • Growth Outlet & Numbers

  • Brand Equity (Awareness, Association, Perceived Quality, Loyalty)


Kenapa perlu tau ANGKA dan OBJECTIVES perusahaan? Biar tau GOALS nya nanti untuk Tim SOSMED ini apa. "You can not manage what you can not measure"



2. Tetapkan GOALS dari SOCMED Strategy


Nah klo objectives perusahaan sudah jelas, baru kita align (sinkron) kan dengan objectives apa yang ingin dicapai dengan masuknya kita menggarap SOCIAL MEDIA. Dalam konteks ini, temen-temen ingetin S.M.A.R.T dalam menetapkan Goals

  • Spesific (Artinya harus jelas goalsnya apa)

  • Measureable (Artinya goalsnya harus bisa diukur)

  • Achievable (Artinya goalnya punya kesempatan untuk bisa dicapai)

  • Realistic (Artinya goal harus masuk akal biarpun sulit)

  • Time Bound (Artinya goal harus ada target waktunya)



3. Pahami BRAND VALUE brand yang akan di kelola


Apa yang ingin disampaikan melalui SOCIAL MEDIA, tentu salah satunya BRAND VALUE yang kita miliki selain PENAWARAN dan DORONGAN untuk target market kita datang. Mengapa BRAND VALUE? Klo biasanya BRAND VALUE itu lebih emosional alasannya dibandingkan PENAWARAN yang lebih bersifat rasional. Contoh PENAWARAN (RASIONAL) .... Buy 1 Get 1, sementara BRAND VALUE (Emotional) ..... Making People Happy Thru Food, nah ini alasan yang lebih emosional di mana pendekatan SOSMED nya akan cukup berbeda, NAMUN KEDUAnya di CATAT ya, PENTING SEMUA, harus balance.



4. Siapkan TEAM / PIC / AGENCY social media


Nah ini sangat penting, untuk bisa menggarap social media butuh TEAM/PIC yang kompeten, temen-temen bisa membangun tim sendiri di internal perusahaan atau temen-temen bisa hire AGENCY untuk menghandling social media, namun saya sarankan jikapun dihandling agency pastikan kita punya PIC yang memang punya kompetensi, paham tentang sosmed, marketing, serta mengerti objectives dari perusahaan.



5. Pahami secara detail KONSUMEN dan KOMPETITOR


Memahami konsumen dan kompetitor juga wajib dilakukan dengan detail oleh Team / PIC ketika akan memulai social media, karena ini akan menjadi insight penting untuk kita bersaing. Jadi ketika Tim / PIC ini mulai bekerja menyusun social medias trategy, pastikan temen-temen minta mereka mempresentasikan tentang DATA, FAKTA, INFORMASI, dan KNOWLEDGE terkait dengan KONSUMEN dan KOMPETITOR kita, pastikan mereka paham detail SIAPA dan APA yang akan dihadapi.



6. PERSIAPAN KONTEN dan buat SOCMED CALENDER


Salah satu kunci penting dalam eksekusi social media adalah mempersiapkan KONTEN yang kuat sesuai dengan dengan BRAND VALUE serta OBJECTIVES yang ingin dicapai, ini pekerjaan yang akan terus menerus dikerjakan, karena KONTEN biasanya bersifat sangat SITUASIONAL, UPDATE, dan kadang sangat UNPLAN tergantung situasi yang akan dihadapi ke depannya, namun memang beberapa sudah bisa disiapkan khususnya yang memang MANDATORY (harus ada dan wajib digunakan) misalnya konten pengenalan produk, varian produk, dll.


Baca juga Artikel Menarik lainnya:

Manfaat Social Media untuk Bisnis Anda 6 Strategi Sukses Social Media untuk Bisnis Kuliner

7. Media for Content Distribution harus tepat


Pemilihan media untuk mendistribusikan konten BRAND dan PENAWARAN merupakan faktor penting untuk OBJECTIVES bisa tercapai, jadi kembali lagi ke poin nomor 5 kita harus betul-betul paham siapa konsumen dan pesaing kita, dan di media mana akan digunakan. Pemilihan media ini sangat penting karena terkait dengan EFEKTIVITAS dan ALOKASI BUDGET, namun jika boleh memberikan saran, secara strategi buatlah seperti ini.


TIKTOK untuk konten BRANDING dan SALES di kombinasi, Instagram gunakan untuk SHOWCASE 5W + 1H, di mana konsumen setelah melihat TIKTOK mereka akan segera melihat Instagram jika mereka tertarik. 5W + 1H

- What (Apa yang kamu jual) ............. pasang foto-foto yang bagus

- Where (Di mana kamu jualannya) ........ kasih google maps lokasi jualan

- Whom (Ke siapa kita menjualnya) ....... taro foto-foto konsumen kita

- Why (Mengapa konsumen harus beli)...... Kasih manfaat dan fitur lengkap

- When (Kapan waktu jualan kita) ........ Jam berapa kita buka dan jualan

+

- How (Bagaimana cara mendapatkan produk kita) ... Biolink (Grab / Gofood / WA / e-commerce / toko online, dll)



8. Siapkan BUDGET untuk EKSEKUSI


Yes, SOSMED itu butuh budget, jadi klo temen-temen baru mulai, sipakan budget yang sudah dimasukan ke dalam CAPEX (Capital Expenditure)/ MODAL AWAL sehingga sejak awal kita memang siap untuk membangun dan memperkenalkan BRAND kita melalui sosmed. Jika ga ada budgetnya, gimana caranya bisa memperkenalkan BRAND kita, dan gimana caranya nanti ada yang BELI?


"Ada kok, no budget marketing ilmunya" BENER, sekali lagi kita sepakat kadang ada pengecualian dalam ilmu bisnis itu, misalnya kamu artis, follower banyak, kemudian bisnis kuliner, yah mungkin ga butuh budget sosmed, karena kamu sendirilah PLATFORM / MEDIA nya, karena memang sudah terkenal, masalahnya ELO SIAPA? Lah klo kita ini orang biasa-biasa ajah, kenalan KOL ga ada, artis bukan, yah realistis ajah dulu memang butuh budget, bisa ajah pake KOLABORASI, tapi and then tetep akan membutuhkan budget dalam hal lainnya.



9. EKSEKUSI Konten dan Media


Dalam melakukan eksekusi perhatikan setiap detail, kadang banyak hal detail terlewat ketika tim / agency melakukan eksekusi, misalnya ketika membuat konten TIKTOK, ternyata KOL / Buzzer yang dibayar malah membuat video di mana outlet sedang kosong, lah nanti target yang melihat ngiranya ga laku dong, jadi penting sekali ketika eksekusi semua mandatory konten diperhatikan dan dilengkapi kembali di lapangan.


Contoh lainnya, brand value kita ceritanya tentang HAPPINESS, eh tapi konten yang dibuat oleh tim lapangan kebanyakan cerita cinta dan kesedihan, ga nyambung khan dengan BRAND VALUE yang ingin dibangun.



10. EVALUASI dan REVIEW


Pada akhirnya tentu hal penting dalam organisasi maupun divisi apapun, UKUR dan EVALUASI apa yang sudah dikerjakan berdasarkan OBJECTIVES yang sudah ditetapkan sejak awal, ingat point SMART. Jika berjalan dengan baik, berarti bisa menjadi landasan untuk program sosmed selanjutnya, jika ok mungkin masih butuh improvement beberapa hal, namun bisa jika ternyata tidak berhasil, nah perlu tetap dievaluasi mengapa tidak berhasilnya.



11. REWARD & PUNISHMENT


Nah penutup 11 langkah ini adalah tentang penghargaan dan juga konsekuensi dari tercapai atau tidaknya objectives yang sudah ditetapkan bagi tim / socmed agency. Re&Pu ini harusnya disepakati sejak awal karena objectivesnya khan sudah SMART, jika memang tercapai wajib untuk perusahaan memberikan REWARD yang disepakati, pun sebaliknya jika tidak berhasil, team internal / agency harus konsekuen dengan komitmennya, misalnya dievaluasi dan diberikan peringatan atau bahkan sampai pemutusan kontrak jika memang semua sudah jelas sejak awal.


Nah temen-temen, itulah 11 hal penting dalam memulai Social Media Strategy bagi temen-temen yang ingin atau sudah menjalankan bisnis kuliner. Semoga bermanfaat yah.


Foodizz

1st F&B Education Platform in Indonesia.

www.foodizz.id


Baca juga Artikel menarik lainnya: Mau Usaha Kuliner Anda Sukses Melalui Social Media Marketing?

Buat temen-temen yang mau belajar lebih detail bagaimana MEMULAI BISNIS KULINER DARI NOL, nah coming soon Maret 2021 kelas MBK 16 Foodizz akan hadir dengan format OFFLINE (di Bandung) dan ONLINE (bisa di mana ajah). Siapa yang pernah ikut kelas ini? BANYAKK, sudah 16 MBK loh dan banyak owner bisnis kuliner yang sudah sukses pernah ikut di kelas-kelas Foodizz seperti HAUS, Waroeng Steak, TEGUK, TUGU JOGJA & LAPIS BOGOR, Master Penyet, Mr. Suprek, Mie Gacoan, Capital Bakery, dan ribuan lainnya.


So, jangan terlewat di kelas MBK 16 kali ini, banyak ILMU UPGRADE, STUDI KASUS, serta MENTORING ONLINE 10x setelah selesai kelas dan dapet bocoran 5 bisnis yang bisa jadi bisnis miliaran yang bisa temen-temen jalankan. Daftar di link ini


Jangan ketinggalan peluangnya.


#keepsharing

#keeplearning

#spreadknoweledge

#kulinerindonesia


*Buat temen-temen yang mau copas artikel silahkan ajah ga perlu minta izin asal mencantumkan sumber artikelnya, yaitu www.foodizz.id/blog. Yuk hargai karya dan usaha orang lain dalam membuat konten"


Sumber Gambar: Unsplash.com


399 views0 comments

Previous Post

Baca berdasarkan Topik