10 Strategi Menekan Biaya CAPEX Agar Lebih Efisien dan Lebih Cepat Balik Modal

Updated: Jan 6


Saat kita membuka bisnis restoran, tentunya salah satu indikator yang perlu kita hitung adalah berapa lama tingkat pengembalian modal dari investasi yang akan kita tanamkam dalam bisnis restoran kita. Semakin cepat tingkat pengembalian dari investasi, tentunya akan semakin menguntungkan, dan stategi pertama yang bisa kita implementasikan agar hal ini tercapai yaitu dengan menetapkan nilai CAPEX minimum dalam bisnis kita.


CAPEX = Modal awal ketika kita ingin mendirikan sebuah bisnis/outlet.


Dengan tingkat pengembalian modal yang cepat, tentunya akan menciptakan beberapa keuntungan lain, antara lain :


- Target omset bisa lebih rendah

- Akan lebih memiliki daya tarik buat investor untuk berinvestasi di bisnis kita

- Cadangan kas lebih besar untuk keperluan operasional bisnis


Ada 9 Inisiatif penting yang bisa kita lakukan untuk meminimalkan dan memastikan bahwa CAPEX kita efisien, antara lain :



1. Buat Budgeting CAPEX yang Terukur


Sebelum mulai untuk melakukan belanja renovasi dan berbagai peralatan restoran ketika akan membuka bisnis restoran, langkah awal yang harus kita lakukan adalah menetapkan berapa budget maksimal yang boleh kita keluarkan untuk mendapatkan target pengembalian sesua yang kita harapkan.


Misalkan target pengembalian kita adalah 24 bulan dengan proyeksi keuntungan per bulan adalah 20 juta, maka maksimal budget CAPEX untuk bisnis restoran kita adalah 480 Juta.


Kemudian buat budget alokasi dari masing-masing komponen CAPEX untuk dijadikan dasar pembuatan List Belanja dan target harga per item yang akan kita beli



2. Cari Bangunan yang sesuai dengan kebutuhan


Salah satu alokasi CAPEX yang terbesar adalah bangunan, oleh karena itu kita harus paham kebutuhan bangunan seperti apa yang secara optimum bisa mendukung berbagai target yang kita inginkan agar biaya yang kita keluarkan tetap optimum.


Pastikan ukuran bangunan yang kita sewa sesuai kebutuhan, bangunan yang terlalu besar juga tidak selalu menguntungkan secara bisnis, karena jika bangunan terlalu besar, tentunya akan memunculkan biaya yang lebih besar saat melakukan renovasi dan pengisisan interior design & furniture, hal ini akan berdampak pada pembengkakan nilai CAPEX yang tidak perlu.

Pastikan kondisi bangunan juga cukup baik, jika kita mendapatkan sebuah situasi mendapatkan sewa banguana yang murah, jangan terjebak! Kita harus berhati-hati, cek kondisi bangunannya, apakah masih layak atau tidak? Jangan sampai kita dapat sewa murah tetapi ternyata kondisi bangunan yang kita sewa sangan parah kerusakannya, sehingga yang awalnya kita untung dari sewa tapi kita over budget di proses renovasi.



3. Cari Bangunan dengan IMB Bisnis


Pastikan bangunan yang kita sewa sudah memiliki IMB untuk bisnis, karena jika ternyata peruntukan bangunan bukan untuk peruntukan bisnis, akan berpotensi menjadi masalah di masa yang akan datang, yaitu sampai dengan penyegelan dari Pemerintah Daerah.


Untuk mengalih fungsikan ijin bangunan ini juga membutuhkan biaya yang tidak kecil, sehingga dengan memastikan IMB properti yang kita sewa sudah peruntukan bisnis. Akan mengurangi alokasi biaya CAPEX kita untuk lebih efisien



4. Design Bangunan secara Efektif dan Efisien


Sebelum memulai gambar design, tetapkan terlebih dahulu budget untuk bagian ini. Prioritaskan design-design major, baru kemudian masuk ke design-design minor dalam restoran kita. Dan untuk setiap design yang kita inginkan, pastikan tidak melebihi budget alokasi yang sudah ditetapkan sebelumnya.



5. Buat Tender Kontraktor


Setelah budget renovasi dan gambaran bangunan yang kita inginkan sudah ada, undang 2-3 kontraktor, untuk kita melakukan proses tender agar bisa mendapatkan harga dan periode waktu terbaik dalam merenovasi bnagunan kita.



6. Beli Equipment yang Must To have bukan Nice to Have


Kita selalu menginginkan semuanya terbaik untuk restoran kita, salah satunya di equipment/peralatan dapur yang kita akan pakai berjualan. Terkadang keinginan kita ini membuat kita boros dan akhirnya membeli perlatan dapur yang Nice to Have (yang kita ingin) bukan Must to Have (yang kita butuhkan)


Buat ranking equipment mana yang core equipment sampai dengan regular equipment. Untuk core equipment yang akan digunakan untuk memproduksi berbagai produk yang akan menghasilkan kontribusi besar pada penjualan restoran, tentunya bisa kita alokasikan budget yang cukup besar untuk mendapatkan equipment terbaik. Tetapi untuk regular equipment, cukup kita membeli barang dengan harga yang relatif terjangkau dan memiliki kualitas yang standar, sehingga kita dapat meminimalkan biaya dari belanja equipment ini.



7. Cari Furniture & Equipment Second


Tidak selalu semua harus baru, kita bisa mencari furniture ataupun equipment second (seperti meja kerja stainless, showcase, mesin kopi, dll) asalkan kondisinya masih baik dan layak dipakai. Cara ini banyak dilakukan juga untuk dapat memangkas biaya CAPEX sampai dengan 20%-50%



8. Tahu Detail Setiap harga Yang Dibeli


Menguasai informasi membuat kita memiliki banyak opsi. Sebagai pemilik bisnis pengetahuan detil untuk setiap harga dari list CAPEX dari sebuah restoran akan sangat membantu kita untuk dapat mengevaluasi prioritas barang atau vendor yang akan kita beli.


Pengetahuan ini juga bisa sangat membantu kita dalam proses negosiasi dengan vendor untuk mendapatkan harga terbaik. Lakukan pengumpulan data harga dan bandingkan, maka kita akan bisa mendapatkan harga terbaik untuk dapat mengefisienkan CAPEX kita



9. Jangan Terlalu banyak Masukin Capital Working


Yang terakhir adalah pastikan bisnis kita memiliki performa sales bulanan yang bisa membiayai biaya operasional bulanannya sendiri dengan baik, dimulai dari bulan pertama operasional. Selain itu kita dapat bernegiosiasi dengan vendor bahan baku untuk menjalankan sistem pembayaran dengan sistem TOP (Bayar Mundur), sehingga kita bisa memanage cashflow kita dengan melakukan alokasi pembayaran setelah terkumpulnya pendapatan dari restoran kita.


Dengan demikian, kita tidak perlu mengalokasikan working capital/cadangan modal kerja untuk membiaya biaya operasional terlalu besar dan tentunya ini akan berdampak pada pengurangan CAPEX yang cukup signifikan



10. Perhatikan Regulasi Pemerintah Sejak Awal


Banyak biaya yang kadang muncul karena kita tidak aware terhadap detail-detail, termasuk di dalamnya adalah regulasi pemerintah seperti pajak, izin, dll. Biaya-biaya seperti ini biasanya dimasukan ke dalam Capex, dan sebetulnya tidak tinggi, asal diurus dengan tepat dan betul. Yang kadang membuat biaya Capex jadi meningkat adalah muncul biaya tambahan terkait regulasi ini, seperti pemilik bisnis pasang banner besar dan sejak awal tidak sadar kalo banner tersebut apalagi fasad ada pajaknya.


Jika kita aware mungkin secara design fasad untuk branding bisa diakali dengan design huruf atau design dengan ruang lebih kecil sehingga capex bisa dijaga.


Nah Foodpreneur semoga 10 poin di atas bisa bermanfaat ketika temen-temen berhadapan dengan apa yang dinamakan CAPEX dalam bisnis kuliner


Let's get SCALE


Foodizz Team


#keepsharing

#keeplearning

#spreadknoweledge


*Buat temen-temen yang mau copas artikel silahkan ajah ga perlu minta izin asal mencantumkan sumber artikelnya yaitu www.foodizz.id/blog. Yuk hargai karya dan usaha orang lain dalam membuat konten"


BTW temen-temen yang tertarik untuk MENDAPATKAN INVESTOR, membuat VALUASI BISNIS dan juga mendapakatan GROUP MENTORING serta mendapatkan contoh TEMPLATE EXCELL VALUASI BISNIS, nah silahkan join di kelas FOODIZZ 10x Growth yang dibawakan langsung oleh Gito Wahyudi (Investor Bisnis) serta Danis Puntoadi (F&B Consultant). Bakal seru banget kelasnya karena temen-temen bisa ngerti tentang GROWTH dan VALUASI dalam bisnis kuliner dengan STUDI KASUS KULINER. Daftar di link ini Saat kita membuka bisnis restoran, tentunya salah satu indikator yang perlu kita hitung adalah berapa lama tingkat pengembalian modal dari investasi yang akan kita tanamkam dalam bisnis restoran kita. Semakin cepat tingkat pengembalian dari investasi, tentunya akan semakin menguntungkan, dan stategi pertama yang bisa kita implementasikan agar hal ini tercapai yaitu dengan menetapkan nilai CAPEX minimum dalam bisnis kita.


BTW CAPEX = Modal awal ketika kita ingin mendirikan sebuah bisnis/outlet.


Dengan tingkat pengembalian modal yang cepat, tentunya akan menciptakan beberapa keuntungan lain, antara lain :


- Target omset bisa lebih rendah

- Akan lebih memiliki daya tarik buat investor untuk berinvestasi di bisnis kita

- Cadangan kas lebih besar untuk keperluan operasional bisnis


Ada 9 Inisiatif penting yang bisa kita lakukan untuk meminimalkan dan memastikan bahwa CAPEX kita efisien, antara lain :



1. Buat Budgeting CAPEX yang Terukur


Sebelum mulai untuk melakukan belanja renovasi dan berbagai peralatan restoran ketika akan membuka bisnis restoran, langkah awal yang harus kita lakukan adalah menetapkan berapa budget maksimal yang boleh kita keluarkan untuk mendapatkan target pengembalian sesua yang kita harapkan.


Misalkan target pengembalian kita adalah 24 bulan dengan proyeksi keuntungan per bulan adalah 20 juta, maka maksimal budget CAPEX untuk bisnis restoran kita adalah 480 Juta.


Kemudian buat budget alokasi dari masing-masing komponen CAPEX untuk dijadikan dasar pembuatan List Belanja dan target harga per item yang akan kita beli



2. Cari Bangunan yang sesuai dengan kebutuhan


Salah satu alokasi CAPEX yang terbesar adalah bangunan, oleh karena itu kita harus paham kebutuhan bangunan seperti apa yang secara optimum bisa mendukung berbagai target yang kita inginkan agar biaya yang kita keluarkan tetap optimum.


Pastikan ukuran bangunan yang kita sewa sesuai kebutuhan, bangunan yang terlalu besar juga tidak selalu menguntungkan secara bisnis, karena jika bangunan terlalu besar, tentunya akan memunculkan biaya yang lebih besar saat melakukan renovasi dan pengisisan interior design & furniture, hal ini akan berdampak pada pembengkakan nilai CAPEX yang tidak perlu.

Pastikan kondisi bangunan juga cukup baik, jika kita mendapatkan sebuah situasi mendapatkan sewa banguana yang murah, jangan terjebak! Kita harus berhati-hati, cek kondisi bangunannya, apakah masih layak atau tidak? Jangan sampai kita dapat sewa murah tetapi ternyata kondisi bangunan yang kita sewa sangan parah kerusakannya, sehingga yang awalnya kita untung dari sewa tapi kita over budget di proses renovasi.


3. Cari Bangunan dengan IMB Bisnis


Pastikan bangunan yang kita sewa sudah memiliki IMB untuk bisnis, karena jika ternyata peruntukan bangunan bukan untuk peruntukan bisnis, akan berpotensi menjadi masalah di masa yang akan datang, yaitu sampai dengan penyegelan dari Pemerintah Daerah.


Untuk mengalih fungsikan ijin bangunan ini juga membutuhkan biaya yang tidak kecil, sehingga dengan memastikan IMB properti yang kita sewa sudah peruntukan bisnis. Akan mengurangi alokasi biaya CAPEX kita untuk lebih efisien


4. Design Bangunan secara Efektif dan Efisien


Sebelum memulai gambar design, tetapkan terlebih dahulu budget untuk bagian ini. Prioritaskan design-design major, baru kemudian masuk ke design-design minor dalam restoran kita. Dan untuk setiap design yang kita inginkan, pastikan tidak melebihi budget alokasi yang sudah ditetapkan sebelumnya.


5. Buat Tender Kontraktor


Setelah budget renovasi dan gambaran bangunan yang kita inginkan sudah ada, undang 2-3 kontraktor, untuk kita melakukan proses tender agar bisa mendapatkan harga dan periode waktu terbaik dalam merenovasi bnagunan kita


6. Beli Equipment yang Must To have bukan Nice to Have


Kita selalu menginginkan semuanya terbaik untuk restoran kita, salah satunya di equipment/peralatan dapur yang kita akan pakai berjualan. Terkadang keinginan kita ini membuat kita boros dan akhirnya membeli perlatan dapur yang Nice to Have (yang kita ingin) bukan Must to Have (yang kita butuhkan)


Buat ranking equipment mana yang core equipment sampai dengan regular equipment. Untuk core equipment yang akan digunakan untuk memproduksi berbagai produk yang akan menghasilkan kontribusi besar pada penjualan restoran, tentunya bisa kita alokasikan budget yang cukup besar untuk mendapatkan equipment terbaik. Tetapi untuk regular equipment, cukup kita membeli barang dengan harga yang relatif terjangkau dan memiliki kualitas yang standar, sehingga kita dapat meminimalkan biaya dari belanja equipment ini.


7. Cari Furniture & Equipment Second


Tidak selalu semua harus baru, kita bisa mencari furniture ataupun equipment second (seperti meja kerja stainless, showcase, mesin kopi, dll) asalkan kondisinya masih baik dan layak dipakai. Cara ini banyak dilakukan juga untuk dapat memangkas biaya CAPEX sampai dengan 20%-50%


8. Tahu Detail Setiap harga Yang Dibeli


Menguasai informasi membuat kita memiliki banyak opsi. Sebagai pemilik bisnis pengetahuan detil untuk setiap harga dari list CAPEX dari sebuah restoran akan sangat membantu kita untuk dapat mengevaluasi prioritas barang atau vendor yang akan kita beli.


Pengetahuan ini juga bisa sangat membantu kita dalam proses negosiasi dengan vendor untuk mendapatkan harga terbaik. Lakukan pengumpulan data harga dan bandingkan, maka kita akan bisa mendapatkan harga terbaik untuk dapat mengefisienkan CAPEX kita


9. Jangan Terlalu banyak Masukin Capital Working


Yang terakhir adalah pastikan bisnis kita memiliki performa sales bulanan yang bisa membiayai biaya operasional bulanannya sendiri dengan baik, dimulai dari bulan pertama operasional. Selain itu kita dapat bernegiosiasi dengan vendor bahan baku untuk menjalankan sistem pembayaran dengan sistem TOP (Bayar Mundur), sehingga kita bisa memanage cashflow kita dengan melakukan alokasi pembayaran setelah terkumpulnya pendapatan dari restoran kita.


Dengan demikian, kita tidak perlu mengalokasikan working capital/cadangan modal kerja untuk membiaya biaya operasional terlalu besar dan tentunya ini akan berdampak pada pengurangan CAPEX yang cukup signifikan


10. Perhatikan Regulasi Pemerintah Sejak Awal


Banyak biaya yang kadang muncul karena kita tidak aware terhadap detail-detail, termasuk di dalamnya adalah regulasi pemerintah seperti pajak, izin, dll. Biaya-biaya seperti ini biasanya dimasukan ke dalam Capex, dan sebetulnya tidak tinggi, asal diurus dengan tepat dan betul. Yang kadang membuat biaya Capex jadi meningkat adalah muncul biaya tambahan terkait regulasi ini, seperti pemilik bisnis pasang banner besar dan sejak awal tidak sadar kalo banner tersebut apalagi fasad ada pajaknya.


Jika kita aware mungkin secara design fasad untuk branding bisa diakali dengan design huruf atau design dengan ruang lebih kecil sehingga capex bisa dijaga.


Nah Foodpreneur semoga 10 poin di atas bisa bermanfaat ketika temen-temen berhadapan dengan apa yang dinamakan CAPEX dalam bisnis kuliner


Let's get SCALE


Foodizz Team


#keepsharing

#keeplearning

#spreadknoweledge


*Buat temen-temen yang mau copas artikel silahkan ajah ga perlu minta izin asal mencantumkan sumber artikelnya yaitu www.foodizz.id/blog. Yuk hargai karya dan usaha orang lain dalam membuat konten"


BTW temen-temen yang tertarik untuk MENDAPATKAN INVESTOR, membuat VALUASI BISNIS dan juga mendapakatan GROUP MENTORING serta mendapatkan contoh TEMPLATE EXCELL VALUASI BISNIS, nah silahkan join di kelas FOODIZZ 10x Growth yang dibawakan langsung oleh Gito Wahyudi (Investor Bisnis) serta Danis Puntoadi (F&B Consultant). Bakal seru banget kelasnya karena temen-temen bisa ngerti tentang GROWTH dan VALUASI dalam bisnis kuliner dengan STUDI KASUS KULINER. Daftar di link ini


Sumber Gambar: Unsplash.com


316 views0 comments

Previous Post

Baca berdasarkan Topik